Tangerang Selatan, jaringansantri.com – Kelas kajian di Islam Nusantara Center, pada Sabtu 14 Oktober pertama kali mengangkat tema hadits Ulama Nusantara. Hadir sebagai pemateri adalah Dr. Mohamad Shofin Sugito, seorang pengasuh di Pesantren Darussunah Ciputat. Ia adalah santri utama dari alm. Prof. Dr. KH Ali Mustofa Ya’kub, ulama ahli hadis dan pernah menjadi Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta Indonesia.

Dalam kajian tersebut, Shofin membawakan materi dengan tema “Kontekstualisasi Hadis di Nusantara ; Alur Transmisi dan Metodologi Takrij”. Ia menjalaskan bahwa berbicara hadis tidak bisa dilepaskan dari dua komponen, yakni sanad dan matan. “oleh karena itu dari sisi kontektualisasi hadis saya akan bahas dari sudut sadanya dan matannya”, katanya.

Sistem sanad, lanjut Shofin, masih berkaitan secara historis dengan masa arab kuno. Tradisi keagamaan arab zaman dulu diwakili dengan rajul al muqaddas, seorang yang matang dari sisi spiritual dan kemampuan sastra.

Sedangkan kontekstualisasi hadits, mengutip gurunya Ali Mustofa Ya’kub, Shofin mengatakan “Kontektualisasi hadis selalu berdasar hadis ini Janganlah kalian shalat Ashar kecuali di perkampungan bani Quraidzoh.”

Kemudian alur transmisi hadis, “Ini saya artikan sebagai alur dari sumber sampai ke Indonesia atau orang Indonesia. Ini bisa dilihat dari perjalnan masuk Islam di Indonesia”, kata santri alumni Pesantren Salafiyah Kajen Pati ini.

Terakhir, Shofin yang juga Doktor lulusan dari sebuah universitas Islam di Maroko ini mengatakan “Hadis itu seperti mersucuar yang menyinari, bukan seperti karet yang bisa ditarik kesana-kemari. Sejauh mana kita mendekati, tergantung kita yang jalan. Maka di sini kita butuh ilmu-ilmu sosial untuk mendekati.”, pungkasnya.

Sedangkan Gus Milal Bizawie yang mengantarkan kajian ini mengatakan bahwa sanad utama ulama hadis dari Nusantara ada di Syaikh Mahfud at-termasi. Ia merupakan guru dari hadratussyaikh Hasyim Asya’ari Jombang. “Mbah Hasyim Asy’ari lebih senang dikenal sebagai ahli hadis, yang dengan begitu bisa merangsul semuanya’, katanya.