Syaikh Muhammad Salim Abu Ashi termasuk masyaikh al-Azhar yang getol mengkonter orang-orang yang menyerang al-Azhar dan akidahnya, baik dari kalangan salafi wahabi, orang liberal, dan lain-lain. Beberapa waktu lalu beliau mengajak pembesar salafi untuk munadharah: syaikh Musthafa Adwi. Beliau berani sekali. Pernah beliau menolak disertasi mahasiswa al-Azhar yang bertentangan dengan ajaran dan akidah al-Azhar. Nada suara beliau yang menggelegar disertai kemampuan ilmu Aqliyah yang mumpuni, membuat orang-orang gelegapan ketika munadharah dengan beliau.
“Kalian jika ingin munadharah dengan orang-orang atheis atau selainnya, harus menguasai ilmu Adabul Bahts wal Munadharah!” beliau melanjutkan
“Orang akan menguasai Adabul Bahts wal Munadhah ketika dia menguasai dengan baik ilmu Mantiq.”
Dua nasihat itu berharga sekali. Hubungan Adabul Bahts dengan Mantiq, seperti Ushul dan Furu’: sangat berkaitan sekali. Karena itu syaikh Muallim Husam nyaranin baca Tahzib Mantiq dulu baru ke Adabul Bahts Munadharah.
Salah satu nasehat berharga beliau,
كلما حفظت التعريفات وأدركت الفروق من المسائل تكون من العلماء
“Setiapkali kalian menghafal (serta memahami) dan mengetahui perbedaan-perbedaan dalam permasalahan-permasalahan ilmu, kalian kelak akan menjadi ulama.”
“Kalian harus berani berpendapat.” Nasihat Habib Muhammad Quraish Shihab kepada kami.
“Tapi dengan ilmu.” Lanjut beliau.
Tidak semua orang beilmu memiliki keberanian. Dan tidak semua yang memiliki keberanian memiliki ilmu yang cukup. Justru kadang keberaniannya membuat dirinya ngawur dalam berargumen. Hanya sedikit orang yang diberi ilmu yang matang sekaligus keberanian. Salah satunya syaikh Muhammad Salim Abu Ashi.
الرأي قبل شجاعة الشجعان
هو أولٌ وهي المحل الثاني
وإذا هما اجتمعا لنفس حرة
بلغت من العلياء كل مكان
Pemikiran itu lebih dahulu dibandingkan keberanian pemberani. Pemikiran baru setelah itu keberanian
Jika keduanya berkumpul dalam jiwa seorang yang merdeka, ia akan mencapai kemulian yang sangat tinggi.
[Al-Mutanabbi]
Madinatul Buuts, 1 September 2020
Dars Adabul Bahts beliau

No responses yet