Salah satu cara yang saya tempuh ketika belajar bahasa Arab di Mesir adalah mengumpulkan uslub dan ta’bir dari komik-komik yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Ini karena buku-buku ajar bahasa Arab dalam pandangan saya tidak akan mampu menampilkan seluruh ekspresi komunikasi yang sedang terjadi antara dua orang dalam berbagai emosi. Ekspresi orang marah, orang yang sedang galau, orang yang sedang jengkel, atau sedang diselimuti rasa hasud sangat jarang kita temui dalam buku-buku ajar bahasa Arab yang beredar untuk non Arab (li ghoirin naathiqiina bil Arabiyyah). Ragam ekspresi dalam berbagai emosi ini pasti dengan mudah akan kita dapatkan dalam komik-komik tsb.

Membaca komik-komik seperti ini ketika di Mesir, setidaknya memberi dua manfaat bagi saya:

  • Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan yang sering menghinggapi para mahasiswa yang selalu berkutat dengan kitab-kitab keagamaan.
  • Memperkaya uslub dan ekspresi komunikasi bahasa Arab fusha yang terjadi dalam berbagai ragam emosi penuturnya.

Hanya saja, keasyikan membaca cerita-cerita yang tersaji di dalamnya terkadang membuat penasaran sehingga ingin membaca cerita-cerita lainnya. Hal inilah yang akhirnya mendorong saya mengoleksi komik-komik tersebut. Sehingga tidak terasa menjadi banyak sekali. Komik TIN TIN ini (dalam bahasa Arab تان تان) termasuk yang saya koleksi lengkap. Dan ketika kumpulan komik-komik tsb saya jilidkan menjadi seperti kitab berjilid besar yang mirip dengan jilidan kitab-kitab keagamaan yang lain dan jika dipajang, banyak yang mengira bahwa itu kitab kuning tebal.

Sebenarnya banyak sekali media yang bisa kita manfaatkan untuk memperkaya bahasa, Selain komik tentu saja kita bisa memanfaatkan novel-novel dan cerpen-cerpen karya sastrawan-sastrawan terkenal Arab, karena ia juga kaya dengan uslub dan ekspresi komunikasi, hanya saja, karena tidak ada gambarnya dan cenderung menyita waktu yang lama maka kurang menarik perhatian saya. Tapi tentu saja setiap orang berbeda-beda kecenderungannya.

Sekedar berbagi pengalaman.

——

Jombang,

15 Muharram 1442/3 September 2020

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *