Syaikhina Mbah Yai Maimun Zubair menganjurkan kepada santri-santrinya yang baru datang menuntut ilmu di luar negeri untuk menyempatkan diri berziarah ke makam Habib Husein Alayadrus Luar Batang
” Salah satu kebiasaan Ahli Sarang adalah setelah tholabul ilmi dari luar negeri sowan ke Habib Husen Luar Batang, Habib Husen Luar Batang ibarat gudang Ilmu perpaduan mulyane Ilmu dan Nasab. ” Dawuh beliau..
Sowan dan ziarah ke makam para ulama dan awliya’ adalah agenda wajib bagi ia yang baru saja kembali ke tanah air, sebagai bentuk adab dan ta’dhim terhadap mereka (biar gak asal pulang dan nyelonong masuk begitu saja)
Seperti yang saya dengar dari salah satu murid senior Siidil Habib Umar, dulu Habib waktu mengantar pulang murid-murid angkatan pertamanya (Habib Mundzir, Habib Jindan dll) ke Indonesia. Beliau keliling menziarahi makam-makam awliya’ di Indonesia. Layaknya seorang ayah yang sowan untuk menitipkan anak-anaknya..
Ngomongin masalah ziarah makam awliya’, ada satu kisah unik yang saya baca di kitab ‘Tajul A’ras’ karangan Habib Ali Husein Alatas (Habib Ali Bungur). Beliau bercerita dulu Habib Ahmad Bin Muhammad Al-Muhdhor (seorang wali besar asal Guweireh Hadharamaut) berkunjung ke desa Taris Hadhramaut bersama putranya yang masih bayi, Habib Muhammad Bin Ahmad Al-Muhdhor( wafat dan dimakamkan di Surabaya). Sesampainya di Taris, Habib Muhammad sakit keras, suhu panasnya tinggi. Ketika keadaan sang anak makin memprihatinkan, Habib Ahmad Al-muhdhar berziarah ke makam Habib Hasan Bin Shalih Al-Bahar, seorang wali besar yang disemayamkan di desa Taris, ia lalu berkata :
” Bib.. Anak ana jatuh sakit. Sedangkan ana sekarang ada di daerah kekuasaan ente. Inget ya bib.. Kalo sampe terjadi apa-apa sama anak ana, ana bakal keluar dari golongan Habaib dan bergabung dengan golongan Wahhabi.. ”
Habib Ahmad lalu pulang dan menemukan anaknya sudah kembali sehat wal afiyat seperti sedia kala..
Aku selalu tersenyum jika mengingat cerita unik yang satu ini, seraya berkata dalam hati :
” enak ya kalo orang sama sama wali.. Kalo kita ? Mana berani ngancem-ngancem wali kayak begitu.. ? “
رب فانفعنا ببركتهم * و اهدنا الحسنى بحرمتهم * و أمتنا في طريقتهم * و معافاة من الفتن
Jakarta, 7 Januari, 2019

No responses yet