Oleh: Ikhsan Syafri Islami
Santri merupakan sebutan untuk murid yang bersekolah di pondok pesantren, secara umum santri dapat diartikan sebagai seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren, biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya. Menurut pendiri pondok pesantren Daarut Tauhid KH Abdullah Gymnastiar atau AA Gym santri adalah pribadi tulus dan tawadhu, yang tak mengenal lelah dan henti untuk belajar dan berlatih. Hingga menjadi cahaya dan bukti indahnya islam Rahmatan Lil ‘alamiin,” dikutip dari instagram Aa Gym, Selasa (22/10/2019).
Menjadi seorang santri sama seperti menjadi murid sekolah pada umumnya. Tetapi santri memiliki keunggulan dibanding siswa pada sekolah umum.
- Unggul dibidang agama
- Lebih disiplin yang teratur
- Memiliki jiwa mandiri
Tapi menjadi santri memiliki hal yang kurang menyenangkan, di Indonesia beberapa pondok pesantren masih menyalahgunakan sikap senioritas sehingga marak menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat luas, karena penyalahgunaan hak “senioritas” yang berakhiran menjadi “bullying” kepada para juniornya hingga menyebabkan junior tersebut terlanggar hak asasi pribadinya., sebab hal tersebut sudah tertanam kuat di kalangan santri. Mungkin sulit untuk menghapus hal tersebut di karenakan sejatinya manusia pasti memiliki sifat dendam walau tidak semua orang memiliki sifat tersebut.
Mengapa senioritas menjadi suatau hal yang meresahkan di sekolah berasrama? Karena senioritas bisa membentuk sebuah karakter atau menurunkan sebuah karakter, sebab adanya pembatasan antara senior dengan junior adanya sifat tersebut dapat menimbulkan saling menghormati dan menghargai antara senior dan junior. Senioritas ada disebabkan adanya santri yang lebih lama tinggal di pondok pesantren tersebut dan sudah melakukan semua kontribusi yang dikiranya cukup penting kedepannya dan ia mengharapkan sebuah imbalan dalam bentuk senioritas.
Penerapan senioritas pada umumnya memberikan dampak negatif tetapi senioritas juga memiliki dampak positif. Dampak positif dari senioritas yaitu :
- Menghormati santri yang lebih lama tinggal di pondok pesantren, walaupun senior seringkali menyalahgunakan hal tersebut.
- Mendidik para santri junior untuk tidak melanggar peraturan yang sudah ada.
- Senior bisa memberikan masukkan dan saran yang sekiranya di butuhkan oleh para santri junior.
Dampak negatif dari senioritas :
- Pelanggaran HAM ringan.
- Memberikan perspektif yang buruk terhadap senioritas.
- Merasa lebih berkuasa dikalangan santri-santri yang baru
Senioritas bisa dihapuskan jika para senior membangun relasi yang baik dan menggunakan hak-haknya sebagai senior untuk melakukan kaderisasi kepada santri junior untuk kemajuan asrama dan pondok pesantren dan memberikan contoh yang baik untuk disiplin serta mentaati tata tertib yang berlaku, tidak hanya itu juga peran pesantren harus lebih menekan kan Pendidikan karakter yang lebih baik lagi dan juga peran guru/ustadz di pondok pesantren harus ditekankan lagi dalam mensosialisasikan anti bullying yang kerap terjadi dalam senioritas

No responses yet