Goresan Singkat Diskusi Literasi Politik Akhir Tahun
Nyai..
Teriring sejuk semilir angin
Perkenankan aku bersimpuh
Menilik karya bakti-mu
Mendaras laku hidup-mu
Nyai..
Bukan bermaksud aku mengkultuskan-mu
Tapi perkenankan aku mengadukan rasa rindu
Rindu terhadap kiprah-mu
Rindu terhadap kepeloporan-mu
Rindu terhadap perjuangan-mu
Dalam memajukan masa depan bangsa-mu
Nyai..
Alangkah elok gagasan dan pandangan-mu
Meramu pesan agama untuk perubahan
Meramu pesan agama untuk pembaharuan
Meramu pesan agama untuk kemajuan
Meramu pesan agama untuk peradaban
Nyai..
Alangah elok laku bakti-mu
Untuk mengobarkan semangat pencerahan
Berbagai majlis ilmu engkau dirikan
Berbagai jenjang pendidikan engkau adakan
Untuk anak-anak dan kaum perempuan
Hingga kini, ribuan rintisanmu itu semakin bertumbuh
Mencerdaskan jutaan anak bangsa
Nyai..
Alangkah elok laku bakti-mu
Untuk melayani hajat kaum papa
Panti asuhan engkau utamakan
Balai kesehatan engkau galakkan
Lembaga permberdayaan ekonomi engkau gawangi
Hingga kini, ribuan panti, rumah sakit, dan baitul mal tersebar
Meringankan beban kesusahan hidup jutaan orang
Memberdayakan kemandirian jutaan anak bangsa
Nyai..
Ragamu kini telah menyatu dengan keabadian
Namun jejak langkahmu senantiasa menginspirasi
Lantas mungkinkah generasi kami melanjutkannya?
Semoga
Ciputat, 19 Desember 2020
_________________________
*) Nyai Ahmad Dahlan lahir dengan nama Siti Walidah di Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1872. Beliau adalah putri dari Kiai Haji Muhammad Fadli, seorang ulama dan anggota Kesultanan Yogyakarta. Sejak usia belia, Nyai Ahmad Dahlan mendapatkan pendidikan dari lingkungan keluarga. Kemudian menikah dengan Kiai Ahmad Dahlan (1868-1923).
Bersama dengan kegigihan Kiai ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, Nyai Ahmad Dahlan berjuang dengan jalur organisasi Aisyiyah. Organisasi ini dirintis sejak 1914 dengan nama “Sopo Tresno”, dua tahun setelah Muhammadiyah didirikan dan diresmikan pada 1917. Aisyiyah bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Hingga kini, ribuan unit amal usaha Aisyiyah terus mengabdi untuk peradaban dan kemajuan bangsa.
Nyai Ahmad Dahlan wafat pada 31 Mei 1946. Dimakamkan di pemakaman umum di belakang Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Pada tahun 1971, Nyai Ahmad Dahlan ditetapkan oleh pemerintah sebagai Pahlawan Nasional.

No responses yet