Oleh : Sirojul Arifin Shofa
Pemuda dan Pesantren merupakan dua komponen yang mewarnai di Indonesia, pra dan pasca kemerdekaan pemuda dan pesantren mewarnai ranah perjuangan bagi agama, bangsa dan Negara. Hal ini menjadikan pemuda pesantren dipercaya oleh masyarakat terhadap eksistensinya yang telah dibangun sekian tahun oleh para ulama. Saat ini perjuangan pemuda dan pesantren berbeda dengan perjuangan terdahulu, isu lingkungan hidup, sosial dan budaya menciptakan tantangan terbaru bagi para pemuda santri, alumni dan pemangku kebijakan pesantren terhadap terciptanya pelestarian lingkungan dan budaya untuk menghindari eksploitasi konservasi yang merusak tatanan hidup manusia.
Melalui konsep integrasi edukasi konservasi lingkungan hidup dan warisan budaya, pesantren ditantang menghadirkan sebuah konsep baru konservasi dalam bentuk urgensi edukasi konservasi kepada para pemuda-pemudi santri agar bisa menumbuhkan rasa memiliki, menjaga dan merawat lingkungan dan budaya yang telah dibangun secara baik oleh Sang Maha Pencipta. Integrasi edukasi konservasi menjadi sangat penting, untuk menanggulangi permasalahan lingkungan dan budaya di pesantren maupun di luar pesantren. Dalam hal ini, dilakukan upaya untuk melestarikan lingkungan hidup. Salah satunya melalui program Eco-Pesantren yang bertujuan menciptakan pemuda dan pesantren peduli lingkungan. Dengan penyadaran urgensi konservasi lingkungan dan budaya, para pemuda santri menjadi agen of change bagi pelestarian lingkungan dan budaya. Pengrusakan dengan mengatasnamakan agama terhadap warisan budaya tidak perlu terjadi di Indonesia mengingat berbagai Negara di timur tengah marak melakukan pengrusakan warisan budaya dihancurkan atas nama agama. Fenomena pelestarian warisan budaya yang dibangun oleh sejarah terdahulu adalah sah dari perspektif hukum Islam; ini karena Islam mengamanatkan umat manusia untuk memanfaatkan dengan bijak sumber daya yang tersedia untuk membentuk lingkungan fisik dan ekonomi yang tepat. Pelestarian warisan yang dibangun kembali dengan manfaat bagi masyarakat besar dan memastikan bahwa sumber daya didaur ulang untuk melayani umat manusia untuk generasi yang lebih lama.
Abstract
Youth and Islamic boarding schools are two components that characterize Indonesia, pre- and post-independence youth and Islamic boarding schools that color the realm of struggle for religion, nation and state. This makes pesantren youths trusted by the community for their existence which has been built over the years by the scholars. Currently the struggles of youth and pesantren are different from previous struggles, environmental, social and cultural issues are creating the latest challenges for young santri, alumni and pesantren policy makers to create environmental and cultural preservation to avoid conservation exploitation that damages human life.
Through the concept of integrating education on environmental conservation and cultural heritage, Islamic boarding schools are challenged to present a new concept of conservation in the form of the urgency of conservation education to students so that they can foster a sense of belonging, protecting and caring for the environment and culture that has been well built by the Creator. . Integration of conservation education is very important, to overcome environmental and cultural problems at and outside the pesantren. In this case, efforts are made to preserve the environment. One of them is through the Eco-Pesantren program which aims to create youth and Islamic boarding schools that care about the environment. With awareness of the urgency of environmental and cultural conservation, the young santri become agents of change for environmental and cultural preservation. Destruction in the name of religion of cultural heritage does not need to occur in Indonesia, considering that various countries in the Middle East are destroying cultural heritage in the name of religion. The phenomenon of the preservation of cultural heritage built up by previous history is valid from the perspective of Islamic law; this is because Islam mandates humankind to make wise use of the available resources to form a proper physical and economic environment. Preservation of the heritage that is rebuilt with the benefit of the great society and ensuring that resources are recycled to serve humanity for longer generations.
Selengkapnya Klik DI SINI

No responses yet