Dari ribuan santri yang pernah berguru kepada Hadratussyekh, di antaranya banyak yang menjadi ulama dan tokoh terkemuka. Satu di antara ribuan santri Hadratussyekh yang kini masih hidup adalah Mbah Rusmani, yang kini berusia hampir seabad. Sebagai kiai kampung yang bertempat tinggal di pelosok Wonogiri, keberadaanya belum begitu banyak dikenal orang.
Kabar mengenai Mbah Rusmani, sebelumnya pernah santer di media sosial pada medio April 2017 lalu. Apalagi setelah kiai muda dari Pesantren Darul Ulum Poncol, Magetan, Gus Habib Mustofa mengunggah foto di akun media sosialnya saat sowan ke kediamannya sambil memberikan kenang-kenangan berupa gambar pendiri NU. Sejak saat itu, nama Mbah Rusmani mulai diperbincangkan dan terekspos oleh khalayak, utamanya warga NU.
Portal dutaislam.com juga pernah memuat tulisan tentang kiai sepuh ini, berjudul Mbah Rusmani, Kiai Berusia 100 Tahun Lebih Murid Langsung Mbah Hasyim Asy’ary. Walaupun tulisan itu tidak begitu detail menjelaskan tentang sosok kiai asal Kecamatan Kismatoro, Kabupaten Wonogiri itu. Kabar ini selanjutnya semakin hangat diperbincangkan dari mulut ke mulut. Mbah Rusmani sekarang sering didatangi oleh warga dan tokoh NU dari daerah Wonogiri dan sekitarnya.
Hingga pada hari Rabu (14/2) lalu, NU Online mendapat ajakan langsung dari Gus Muadz Harits Dimyathi bersama dengan beberapa orang santri Pesantren Tremas Pacitan, bersama-sama berkunjung ke kediamannya yang berada di lingkungan Kauman, Dusun Miri, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.
Dari pusat Kota Wonogiri, Kecamatan Kismantoro sendiri berada 52 KM sebelah timur Wonogiri.
Kiriman Gus Muhammad Hidayat – NAHDLATUL ULAMA 3

No responses yet