Catatan Singkat Sowan ke Tanah Kaliyoso Sragen
Senin 4 Januari 2021, alhamdulillah dapat sowan ke Pesantren Kiai Abdul Jalal Kaliyoso Sragen. Pesantren tua yang didirikan di kisaran tahun 1790. Tahun ini terpahat jelas di menara yang menjulang kokoh di depan masjid. Adalah Kiai Abdul Jalal Awal sebagai perintisnya. Tokoh penyebar Islam yang diberi hadiah tanah perdikan oleh Susuhunan Pakubuwono IV (1780-1820). Di tanah itulah dibangun masjid dan pesantren.
Sedari beberapa saat melihat-lihat sudut pesantren, rasa heran dan takjub mendera. Menerawang jauh di sudut-sudut sejarah dunia. Tanah Jawa menyimpan selaksa sejarah dan peristiwa. Tahun 1790, dimana tanah Kaliyoso dijadikan basis menyemai peradaban, tanah Amerika Serikat baru 14 tahun dimerdekakan (1776). Revolusi Industri di Britania Raya baru beberapa tahun digulirkan (1750-1850). Revolusi Perancis baru dimulai (1789-1799).
Secara akademis, tuah tanah Kaliyoso ini telah ditulis oleh Stephen Headly. Antropolog lulusan Sorbonne Perancis itu menulis artikel yang berjudul “The Islamization of Central Java; The Role of Muslim Lineages in Kaliyoso” (1997). Diterbitkan sepanjang 29 halaman oleh Jurnal Studia Islamika IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Stephen Headly menyebutkan bahwa penerimaan Islam di Kaliyoso yang menjadi representasi dari pedalaman Jawa dilatar belakangi oleh keberhasilan tokoh agama menjalin hubungan baik dengan keraton. Di satu sisi, tokoh agama mampu memberi legitimasi kekuasaan keraton, meramu ajaran Islam dengan budaya Jawa. Di sisi lain, keraton memiliki kekuasaan dan pemegang titah dan kebijakan yang sangat ditaati oleh masyarakat. Jalinan strategis ini terbukti dapat mendorong proses islamisasi di pedalaman tanah Jawa.
Lantas tertarikkah anda?

No responses yet