Salah satu karomah Habib Ja’far Shodiq bin Muhammad bin Hamid Al Kaaf adalah sering kali bertemu dengan Rasulullah Muhammad Saw. Bahkan setiap acara Maulid Nabi yang dihadiri Habib Ja’far, Rasulullah ikut hadir menemani acara tersebut.
Dalam sebuah acara Maulid Nabi, tiba-tiba Habib Ja’far menunduk dan tangannya mempersilahkan membersamainya “seakan ada tamu yang hadir”. Tamu yang dimaksudkan adalah Baginda Agung Rasulullah Muhammad Saw. “Kanjeng Nabi teko, ambune wangi, Nabi Muhammad lahir baunya wangi” tegas beliau.
Dalam kesempatan yang berbeda juga demikian. Ketika bait-bait shalawat Nabi dibacakan, Habib Ja’far menyambut dengan suka dan berdiam. Begitu shalawat kedua “Ya Rasulullah” dilantunkan, Habib Ja’far berdiri dan berjoget dengan sangat riang gembira sembari menyambut sang tamu agung.
“Kanjeng Nabi rawuh, ayo ndongo, maqbul maqbul; Nabi Muhammad hadir, ayo berdoa, pasti diijabah oleh Allah” tegasnya. Kalimat itu diucapkan berkali-kali dan kemudian beliau berdoa di tengah kekhusyukan lantunan shalawat “Ya Rasulullah”, sambil meminta orang-orang mengamini doa beliau.
Sontak saja, semua jamaah ikut larut dalam doa yang dipimpin Habib Ja’far dan banyak yang meneteskan air mata dengan berharap doanya dapat dikabulkan dan mendapatkan syafaat Rasulullah Muhammad Saw.
Kisah hadirnya Rasulullah Muhammad Saw dalam majelis Maulid menjadi sebuah keyakinan yang perlu dikuatkan. Para kekasih Allah yang menjadi saksi nyata, karena beliau dapat menyaksikan. Sedangkan kita yang santri biasa, bisa ikut menikmati betapa indahnya ketika Maulid Nabi, Baginda Rasulullah hadir bersama-sama kita.

No responses yet