Meskipun sedang ada Pandemi warung Yuk Tin masih cukup ramai jama’ah nya. Bahkan mereka semakin kompak belajar dan saling bertukar pengetahuan, terutama setelah datang dua orang muda yang baru pulang dari sekolah tinggi di kota dan gencar berceramah bahwa warung Yuk Tin kurang menerapkan Sunnah nabi. Ketika keduanya tahu bahwa yang bertanggung jawab adalah Paijo, segera saja mereka menegur Paijo.

Jama’ah : “Jo kamu harus menerapkan syariat Islam di warungmu. Kalau tidak kamu akan diadili Allah di neraka. Nggak boleh pelanggan laki laki dan perempuan dicampur kayak sekarang ini. Paling tidak kamu pakai hijab untuk memisahkan laki dan perempuan.”

Paijo : “Oala mas, wong cuman mau makan pecel dan minum teh saja kok dibikin ribet.”

Jama’ah : “Berislam itu harus kaffah Jo, nggak boleh nanggung, apalagi setengah-setengah. Masak sudah tahu kemaksiatan kok dibiarkan. Percuma hidupmu nanti bisa masuk neraka jahanam bersama Iblis. Perintah Allah amar ma’ruf nahi mungkar harus diwujudkan Jo.”

Paijo :  “Lho memang sampeyan sudah kenal dan pernah ngobrol sama  Iblis di neraka?” 

Jama’ah : “Ya bukan begitu Jo. Kan sudah dijelaskan di Al Qur’an kalau Iblis akan masuk neraka.”

Paijo : “Olalah mas jadi sejak tadi itu sampeyan ngomong nanti-nanti, anehnya sampeyan tak kenal Iblis. Tak kasih tahu ya, kata gurunya Yuk Tin iblis itu  konon adalah hamba Allah yang sangat taat beribadah dan bahkan menjadi imam para malaikat. Makanya orang yang gampang di goda iblis adalah orang yang berlebihan dalam beragama. Mirip-mirip sampeyan berdua ini. Nabi Adam konon digoda   Iblis dengan “rayuan” agama. Agar nabi Adam dan Hawa  bisa abadi sehingga terus bisa mengabdi pada kepada Allah. #Bersambung SeriPaijo

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *