Jika kita melacak sabda Nabi Muhammad Saw, banyak sekali potret interaksi sesama manusia. Misanya hubungan sesama mukmin, hubungan bertetangga dalam lingkungan masyarakat, dan hubungan sesama agama. Hal ini menunjukkan betapa penting menjaga hubungan yang harmonis baik dengan sesama. Baik sesama iman, sesama warga masyarakat, maupun sesama manusia.
Interaksi yang baik antar tetangga misalnya, memuliakan tetangga. Sebagaimana sabda Nabi Saw., “Barang siapa beriman pada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tetangga.” Kemudian di antaranya lagi memenuhi hak-hak bertetangga. Termasuk ketika tetangga sakit menjenguk. Ketika tetangga ada yang meninggal mengantarnya ke liang lahat. Seperti Nabi Saw., menyatakan,”Haknya tetangga yakni jika ada tetangga yang sakit dijenguk. Jika wafat di antar jenazahnya ke kubur.”
Selain kepada ikatan sesama lingkungan masyaraat yakni bertetangga, interaksi sesama juga dibingkai dengan keimanan atau hubungan sesama orang mukmin. Termasuk di antaranya yakni mendoakan. Mendoakan sesama mukmin sangat besar pahalanya. Bahkan sejumlah mukmin yang didoakan akan Allah ganti dengan kebaikan. Sebagaimana Nabi Saw., mengatakan, “Barang siapa memintakan ampunan untuk orang-orang mukmin laki-laki mapun perempuan. Maka Allah akan menulis tiap satu mukmin yang di doakan satu kebaikan.”
Belum lagi hubungan seagama, atau sesama muslim. Dalam hubungan ini bahkan Nabi Saw., sangat detail menerangkan. Setidaknya, ada enam hak seorang muslim pada muslim lainnya. Pertama, ketika bertemu mengucapkan salam. Kedua, ketika diundang menghadiri. Ketiga, ketika minta nasehat dinasehati. Keempat, ketika bersin mendoakan. Kelima, ketika sakit menjenguk. Keenam, ketika mati mengantarkan jenazahnya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah.
Selain ketiga hubungan sesama di atas, masih ada hubungan yang lebih erat dengan sesama yakni antara anak dan orang tua. Hubungan kakak dengan adik. Hubungan orang tua dengan anak mislanya, hak anak yang berhak diperoleh yakni nama yang baik, mendapat pendidikan akhlak, diajari menulis, berenang, memanah, mendapat kecukupan rizki yang baik, dan menikahkan. Hal ini sebagiaman Imam Al-Hakim meriwayatkan.
Adapun hubungan antara kakak dan adik, misalnya kakak kata Nabi Saw., menduduki sebagaimana posisi orang tua pada anaknya. Beliau mengatakan, “Hak kakak pada adik layaknya hak orang tua pada adiknya.” Maknanya, kakak dapat menempati posisi orang tua.
Dari uraian di atas, dapat ditarik benang merah bahwa hubungan sesama dengan bingkai apapun harus di jaga. Sebagaimana beberapa pesan Nabi Saw. Baik dengan tetangga, sesama mukmin, sesama muslim, anak dan orang tua, kakak dan adik semuanya harus dijaga dengan baik. Paling tidak jika tidak berbuat baik dengan sesama, hendaknya tidak menyakiti.
Demikialah pesan-pesan Nabi Muhammad Saw., yang dapat kita amalkan dalam kehidupan dengan berdampingan dengan sesama. Selain interaksi yang telah penulis uraikan di atas masih ada hubungan antar pasangan suami istri dan mungkin masih ada hubungan-hubungan dengan bingkai yang lain.
Wallahu A’lam Bisshawab.
Kediri, 31-01-2021.

No responses yet