Dinamika politik nasional selalu menarik diamati jika mendekati masa suksesi. Meskipun suksesi kepemimpinan Nasional masih akan terjadi tahun 2024, tetapi bagi parpol dan politisi, persiapan harus dilakukan sedini mungkin. Manuver partai ataupun politisi dilakukan demi menaikkan popularitas di konstituen. Bagi partai pendukung pemerintah, tentu jauh lebih mudah untuk mendapatkan akses sumber dana dan sumber daya untuk promosi. Salah satunya adalah dengan pencitraan serta janji kebijakan untuk memberikan gambaran yang baik di masa depan. Meskipun kenyataan yang ada jarnsg sekali terwujud.

Sementara bagi partai oposisi yang ada di luar kekuasaan, butuh strategi jitu agar dapat perhatian instan dari masyarakat. Salah satunya adalah menebar isu bombastis. Strategi ini adalah pilihan paling rasional, efektif dan efisien. Agar gaungnya menasional isu yang diproduksi harus dikaitkan dengan tokoh-tokoh politik nasional, seperti presiden, menteri dan atau tokoh masyarakat. Meskipun belum tentu bisa mendongkrak dukungan, paling tidak popularitas partai bisa dikenal dan diketahui publik tetap terjaga. Anggap saja menjadi iklan gratis yang diberitakan media.

Di era digital ini baik parpol pendukung ataupun oposisi, semua membutuhkan buzzer agar bisa mempertahankan isu selama mungkin di dunia maya. Maka tidak perlu heran jika Medsos menjadi alternatif pilihan para pengurus partai dan politisi untuk melakukan pencitraan dan menebar isu. Di samping lebih murah, juga dianggap lebih dekat ke konstituen. Bahkan melibatkan mereka secara langsung untuk merespon pencitraan dan tebaran isu mereka.

Para buzzer pendukung selain mendukung pencitraan program dan kebijakan, juga melakukan upaya bertahan dan serangan balik kepada isu-isu negatif yang disebarkan buzzer oposisi. Dengan segala teknik retorika dan pengolahan kata, mereka memberikan penjelasan atas janji politik bandar politiknya serasional mungkin. Menarikya tak jarang bandar politik yang menghidupi mereka bisa merupakan bandar yang sama yang juga membiayai lawan mereka. Sehingga menjadi semacam drama politik yang berujung pada koalisi atau kesepakatan di bawah tangan di antara mereka.

Dalam beberapa hari terakhir kita disajihi janji akan hadirnya investasi asing untuk pengolahan haisl tambang nikel yang akan dijadikan baterai untuk kepentingan mobil listrik. Para buzzer pendukung menuliskan dengan sangat baik sehingga bisa menghipnotis para pengguna sosmed. Meskipun ternyata yang dia tulis adalah janji yang nggak jelas. Karena ternyata para calon penanaman modal itu akhirnya mundur teratur. #Bersambung

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *