Baru-baru ini, beliau telah sembuh dari sakit keras yang membuat dokter takjub pada beliau. Karena biasanya orang yang mengidap penyakit ini (Leukemia) mempunyai harapan hidup yang sangat kecil (rata-rata meninggal). Tapi beliau Syekh Rusdi terlihat sehat wal afiyat dan dapat beraktivitas seperti biasa.
Di lain hal, dulu ada dua ma’had, Badrudin dan Ihsan yang sedang membutuhkan uang (pada masa konflik, masa serba kekurangan, keadaan perang dan tak menenetu). Seykh Rusdi bingung mencari solusinya. Setelah beberapa hari kemudian datang seorang saudagar ke beliau dan mengatakan “Saya tadi malam bermimpi bertemu Rasulullah, beliau berkata untuk datang ke Jami’ Manjak dan menyerahkan uang ini ke orang yang bernama Rusdi” Padahal si saudagar ini tidak mengenal Seykh Rusdi, begitupula dengan Syekh Rusdi yang juga tak mengenalnya. Uang yang banyak itu pun langsung dibagikan ke dua ma’had yang sangat membutuhkan tadi.
Kesederhanaan dan kemandirian Beliau :
Beliau adalah sosok yang sangat mandiri dan low profile yang selalu mengerjakan apa-apanya sendiri. Beliau hanya memakai imamah dan jubah kebesaran ketika salat Jumat. Ketika beliau membuat teh untuk dirinya dan murid-muridnya –untuk Dars– tidak mau dibuatkan, serta mencuci sendiri pula gelas dan tekonya. Murid-murid beliau pasti berebut untuk mencucinya tapi beliau selalu tidak berkenan. Ketika ingin mematikan lampu atau ketika ingin mengambil air minum yang disitu terdapat banyak muridnya beliau tetap akan melakukannya sendiri tanpa memerintah muridnya.
Satu waktu setelah talaqqi, beliau ingin membersihkan kipas di maktabnya, beliau dengan sendirinya melepas jubahnya, memakai celana dan kaos putih lalu langsung naik untuk mengambil kipas tersebut, padahal saya sudah menawarkan diri untuk mengambil dan membersihkan semua kipas itu sendiri, tapi tetap saja beliau selalu tidak berkenan, sampai-sampai saya berebut untuk cepat-cepat mengambil sebnayak-banyaknya agar beliau bisa membawa sedikit saja. Tapi tetap saja beliau bilang “kamu jangan bawa banyak-banyak, ayo kita bagi dua”. Pernah sekali waktu saya membawakan sandalnya, dan beliau langsung memarahi saya.
#???????_????
#????????

No responses yet