Oleh: Zia Ul Haq
Selama hidup, semestinya kita mengalami tiga kali penyapihan. Yakni proses pelepasan dari suatu ketergantungan pada fase-fase umur tertentu. Adapun fasenya sesuai tahap usia yang disebutkan di surat Ahqaf ayat 15 itu. Yakni;
وحمله وفصله ثلاثون شهرا حتى إذا بلغ أشده وبلغ أربعين سنة
1. Penyapihan fisik saat bayi (tsalatsuna syahr)
2. Penyapihan emosi saat remaja sampai masa dewasa (balagha asyuddah)
3. Penyapihan spiritual menuju usia empat puluh (balagha arba’ina sanah).
Semua mazhab pendidikan sepakat bahwa penyapihan merupakan proses yang sangat penting dalam perkembangan diri manusia. Baik mazhab pendidikan Islam maupun mazhab sekuler. Ijmak.
Kalau penyapihan tidak dilalui, kata Imam Bushiri, maka kita takkan sampai pada kematangan. Jika terus dituruti, tidak disapih, maka si bayi bakal terus menyusu meski sudah tumbuh jadi bocah berbulu. Begitu pula hawa nafsu.
والنفس كالطفل إن تهمله شب على
حب الرضاع وإن تفطمه ينفطم
Mensyarahi bait ini, Imam Haitami menyebutkan satu trik agar penyapihan bisa berlangsung mulus. Yakni musti ada pengalihan. Entah saat menyapih bayi, menyapih abege, maupun menyapih diri sendiri dari hawa nafsu.
Khusus untuk penyapihan hawa nafsu ini, Imam Haddad punya resep dalam hal pengalihan tersebut. Yaitu rumus:
أهل الليل في ليله ألذ من أهل اللهو في لهوه
Bahwa kesenangan dalam kelalaian dan pengumbaran hawa nafsu tidak ada apa-apanya dibanding kelezatan dan kenikmatan bersujud kepada Tuhan di ujung malam.
__
Simak penjelasan selengkapnya di video ini: TIGA KALI MENYAPIH SEUMUR HIDUP https://youtu.be/fheMUcbk_w8
(Sudah lama nggak update. Jangan lupa like, komen, subscribe, dan share ya! )

No responses yet