Paijo kedatangan ketua kelompok jamaah yang selalu mencela kelompok lain sebagai ahlul bid’ah.
Jama’ah : “Jo kenapa kamu membiarkan jamaah ahlul bid’ah melantunkan sholawat dengan cara yang tidak persis dicontohkan nabi kita?”
Paijo : “Emang kamu sanggup mencontoh persis yang dilakukan oleh nabi Muhammad? Tidak gampang marah, tidak gampang menuduh orang kafir sebelum datang firman Allah kepadanya, tidak menyimpan harta kecuali sebatas kebutuhan untuk sehari dua hari, itupun masih diberikan kepada ummatnya jika ada yang meminta, berdo’a minta hidup dalam keadaan miskin, mati dalam keadaan miskin dan dikumpulkan dengan orang-orang miskin. Mendahulukan kepentingan ummat dari kepentingan dirinya sendiri. Mencintai ummatnya melebihi cinta kepada dirinya sendiri dst. Apa sanggup kamu berbuat seperti nabi itu?”
Jama’ah (mulai garuk-garuk kepala): “Saya kan bukan nabi Jo, paling tidak saya berusaha meniru sekuat saya?”
Paijo (tersenyum): “Nah itu yang benar, semua ummat berusaha semaksimal mungkin mencontoh nabi dengan cara yang mudah sehingga cepat mereka pahami. Tidak semua cara harus persis dengan cara yang kamu lakukan atau nabi lakukan. Nabi bertowaf pakai onta apa kamu juga pakai onta waktu towaf? Nabi khutbah pakai bahasa Arab tanpa terjemah Indonesia, apa kamu juga pakai bahasa Arab saja kayak nabi begitu? Karena kita bukan nabi itu sendiri ya tidak mungkin kita meniru persis cara ibadah beliau. Yang penting prinsip dasarnya terjaga sudah cukup untuk kita, sambil terus berusaha mendekati apa yang dicontohkan nabi. Yang paling penting lagi adalah kita tetap sadar untuk selalu beriman kepada Allah dan rasullullah, berusaha mematuhi semua perintah-Nya yang diamanahkan kepada nabi Muhammad. Sekali-kali cobalah simak kisah-kisah dalam Al-Qur’an terutama tentang Bani Israil. rasanya kita patut bersyukur karena ummat nabi Muhammad meskipun telah ditinggal hampir 1500 tahun kita masih tetap setia kepada Allah dan Rasul-Nya. Kami masih selalu bershalawat dengan penuh rasa syukur. Anehnya ketika kami sedang sibuk menjaga iman dan Islam kami di zaman akhir yang berat ini, kamu malah sibuk membid’ahkan dan mengkafirkan kami. Apakah itu yang dicontohkan nabimu? Ataukah kamu meniru bani Israil yang seringkali menghujat dan membunuh dan bermusuhan dengan nabi-nabi Allah yang dikirim untuk mereka dan memusuhi kaumnya sendiri yang ikut nabi-nabi meeka?” #SeriPaijo

No responses yet