Kalau mengacu pada perjalanan pribadi saya sebagai orang biasa yang “berinteraksi” lewat Medsos. Maka maraknya medsos bagi saya adalah sejak tahun 2009. Saat itulah saya mulai intens “bermain” Facebook yang menjadi salah satu aplikasi medsos paling diminati manusia. Tanpa terasa sudah lebih dari 21 tahun saya kecanduan Facebook, tanpa merasa aneh kenapa sampai sekarang masih saja “menikmati” kecanduan itu.

Apa sebenarnya makna Facebook bagi saya? Awalnya tentu tak lebih dari sebuah mainan layaknya game untuk mengusir kejenuhan. Tapi lambat laun berubah menjadi sesuatu yang lebih “menakutkan” dari sebuah permainan. Facebook telah menjadi “ideologi” yang bisa mengatur hidup saya dan para penggunanya di jagad dunia maya. 

Apa yang anda pikirkan? Ini adalah sebuah pertanyaan ideologis yang akan mengungkapkan siapa sebenarnya kita. Medsos atau Facebook dalam hal ini telah “meracuni” pikiran kita, agar mau mengungkapkan semua rahasia kita yang kita simpan dalam pikiran. Ketika kita dipersilahkan untuk bertanya oleh guru kita atau dosen kita, seringkali kita malah menghindar untuk menjawab. Bahkan kalau bisa menghindar dari pertanyaan tersebut.

Tapi kenapa ketika “ditanya” kita dengan semangat menjawabnya? Sebagaimana status ini tentu menjadi bagian dari fenomena yang menurut saya absurd. Tetapi tetap saja kita melakukan dan bahkan mengulang-ulang kembali tanpa sedikitpun merasa bosan, kecuali tak kala kita sudah merasa tidak lagi merasa  di atas panggung dunia maya itu. Meskipun itu akan sangat sulit jika tidak ada kekecewaan yang sangat kuat ataupun kehendak kuat untuk melawan dan berhenti bermedsos. Tapi bisakah ?

Alih-alih berhenti, saya sendiri malah terjebak dalam aplikasi medsos lainnya yakni WAG dan bahkan sejak sebulan lalu malah terjebak dalam aplikasi Instagram. Nampaknya panggung dunia Maya telah menjadi panggung   ideologis yang akan menjerat siapa saja yang terlanjur masuk dan bermain-main di atasnya.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *