Zakiah Aini tercatat pernah menempuh pendidikan di Universitas Gunadarma dengan Program Studi Akuntansi tahun 2013. Namun dia  telah berhenti pada tahun 2015. 

Dia memposting bendera ISIS dalam IG-nya 21 jam sebelum menyerang Mabes Polri. Dia juga pamit dengan keluarganya di grup WA keluarga.

Dia memiliki kakak bernama Elly Rusda yang mengikuti halaman facebook Yufid TV (salafi), Dakwah Sunnah ID (salafi), Jadwal Kajian (salafi), Radio Rodja (salafi), AsSalafiy.net (salafi), XBank Official (salafi), Islampos (PKS).

***

Jejak Zakiah Aini semakin mengkonfirmasi argumen saya di https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=908562196607872&id=100023623007183. Inti argumennya adalah identifikasi ciri terdekat terorisme adalah dari muslim yang beraliran Wahabi yakni Muslim yang dalam pengajiannya “doyan dan hobi” menyebut bid’ah, syirik dan sesat bahkan kafir untuk kelompok liyan seperti amaliah warga NU.

Heran saya kenapa materi mengaji Islam yang melimpah ruah dari berbagai disiplin keilmuan Islam, tapi mereka hobi menyebar ngaji masalah kesyirikan, kebid’ahan, kesesatan dan tidak ketinggalan kekafiran liyan. 

Belajarlah dari orang Muhammadiyah yang dahulu kala kala sering berhadapan dengan orang NU karena sering membincang masalah tahayul, bid’ah dan churafat (TBC). Makanya pada waktu itu MD sering disebut para kiai sebagai Wahabi. Penyebutan ini disinggung dalam buku Tambakberas, pun dalam disertasi  Ustadz Miftakhul Arief Fathh  dikutip bahwa Kiai Asnawi Kudus saat kongres Al Islam I pada tahun 1922 menuduh H. Fakhruddin (MD) dan kelompok puritan lainnya sebagai Wahabi. 

Namun sekarang MD  sudah tidak mengarusutamakan pengajian ke masalah TBC. Para tokohnya bijak dengan memandang bahwa urusan bangsa ini besar dan materi pengajian agama begitu luas tidak harus menyentuh maslah TBC lagi.

Apakah Salafy Wahabi yang hidup di NKRI tidak mau belajar sejarah atas MD? Kalau tetap kukuh-kaku ya selamanya akan berhadapan dengan warga mayoritas yang hidup di NKRI.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *