Dahulu masyarakat kita adalah masyarakat yang serba “manual dan tradisional”. Semua dikerjakan dalam keseimbangan okol dan akal. Kehidupan adalah drama yang sesungguhnya. Tak ada sutradara kecuali Pemilik kehidupan itu sendiri. Masing-masing kita adalah pemeran yang mengikuti skrip natural. Semua gerakan dan ucapan adalah improvisasi masing-masing pemeran. Tak ada pengarah gerakan dan apalagi ucapan. Semua berjalan natural sebagaimana dunia berputar. Sampai muncul orang yang berpikir bahwa cerita kehidupan layak diputar ulang untuk dijadikan tontonan. Saat itulah muncul wayang, Sendratari, ludruk, drama di atas panggung yang “menghibur” manusia. Sebuah ritual berkaca dan menertawakan diri sendiri. Sekaligus melahirkan tokoh imajinatif layaknya Gatotkaca yang konon bisa terbang. 

Ketika dunia semakin modern dengan lahirnya mesin pengganti peran manusia. Lahirlah cerita-cerita masa depan yang lebih “mengerikan”. Karena manusia senang meramalkan nasibnya sendiri di masa depan. Epos kepahlawanan yang dulu disematkan pada orang suci dan hebat, mulai disematkan pada tokoh virtual hasil imajinasi. Lahirlah tokoh-tokoh seperti Gundala sampai Superman. Lahirnya tokoh-tokoh super ini diikuti dengan pemeran antagonis yang juga sakti mandraguna kayak Mak Lampir eh bukan tapi Thanos. Semua mengarah pada imajinasi liar yang kadang juga mewakili hasrat primitif manusia. 

Lahirlah teknologi informasi digital yang semakin canggih tidak hanya mewarnai dunia kesenian dengan lahirnya “drama-drama virtual yang menghibur. Tapi juga masuk ke relung imajinasi spiritual mereka. Maka semua bentuk ritual biologis, sosial dan spiritual mereka jadikan mulai jadi kebiasaan baru. Manusia memang benar-benar mahluk sempurna. Beruntung Tuhan yang kita yakini adalah Maha Ada yang melampaui imajinasi virtual manusia.  Maka seandainya di masa depan kehidupan ritual spritual menjadi serba virtual, maka itupun tak akan mengurangi keimanan kita pada Zat yang Maha Ada dan Maha Sempurna tersebut. #SeriPaijo.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *