Kita lanjut cerita kiamat kubronya, mbah. Setelah episode Padang Mahsyar kemarin, mulailah Hari Hisab (perhitungan amal).

Dari Padang Mahsyar ini, manusia akan diberangkatkan ke surga atau neraka. Mereka akan melalui jembatan. Dalam meniti jembatan, menurut Syaikh Muhammad Al Hamdani, umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW terbagi menjadi 7 macam :

1. Orang Shiddiq, yg meniti secepat kilat

2. Orang alim, yang meniti secepat angin yg kencang

3. Para wali abdal, yg meniti secepat burung terbang dalam satu saat yg sebentar

4. Orang yg mati syahid, yg meniti secepat kuda balap dlm waktu setengah hari

5. Orang mati saat haji, yg meniti dalam satu hari penuh

6. Orang yg taat, yg meniti selama sebulan penuh

7. Orang yg maksiyat, yg meletakkan kaki mereka di atas titian, sedangkan dosa mereka diletakkan di atas punggung

Ketika ketujuh golongan ini lewat titian, neraka Jahanam ada di bawah titian, mendatangi untuk membakar mereka. Kalo  dilihat ada cahaya iman di hati mereka, neraka jahannam berkata :

“Lewatlah wahai orang mukmin, karena sesungguhnya cahaya imanmu memadamkan kobaran apiku”

Kalo gak ada, ya habis dilumat Jahannam.

Sementara yang ahli surga, berhasil ke kawasan bernama Qontaroh. Di situlah terjadi pembalasan pada mereka yang mendzolimi hak sesama, mengembalikannya dengan memberikan hasanat (pahalanya) pada yg didzolimi. Ketika hasanat habis, maka yg didzolimi menyerahkan sayyiat (amal keburukannya) pada yang mendzolimi.

Yang rugi, akan masuk neraka untuk menjalani pembersihan dari berbagai dosa.

Setelah selesai masa pembersihan beberapa ratus tahun, Sayyidina Nabi Muhammad SAW akan mengeluarkannya untuk dimasukkan ke surga. Beliau SAW tahu mana yang harus diselamatkan karena walau orang itu gosong di dalam neraka, cahaya iman tidak akan redup, tetap berpendar, walau sekecil atom. Kalo dilihat ada cahaya itu, walau kecil banget, langsung diselamatkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Sementara yang ada di neraka Jahannam, akan abadi di sana.

Yang harus diperhatikan bahwa syafa’at ini turun bagi orang2 mukmin saja. Bukan orang kafir tentunya. Jadi Kanjeng Nabi SAW gak rela kalo ada umatnya yang ketinggalan di neraka. Semua umat Beliau SAW harus masuk surga. Kalo bisa, kudu dicari di lipetan2 jurang neraka. Ahlu syahadat pasti pada akhirnya masuk surga. Semua berkat syafa’at Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Makanya, percuma sesama orang Islam saling mengkafirkan dan saling me”neraka”kan. Juntrungannya ntar ketemu di surga semua, kan malu.

Mantan penghuni neraka, sebelum masuk surga akan dimandikan dan diberi minum telaga Kautsar. Yang tadinya gosong, akan dipulihkan jadi ganteng dan cantik lagi.

Akhirnya, di surga semua dari para Nabi, wali, ulama, ahli surga asli dan mantan ahli neraka, menikmati kehidupan enak dan nyaman. Itulah kenikmatan tanpa pernah putus.

Semoga kita hidup & dimatikan dalam iman dan kecintaan pada Gusti Allah, Rosul-Nya SAW dan ahli bait Beliau, shahabat beliau. Juga kecintaan pada umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW, sehingga kita merasa sungkan saat ingin menyakiti mereka, sedih saat melihat kesusahan mereka, senang saat melihat mereka gembira, susah saat mereka terjebak kemaksiatan dan juga mendoakan keberkahan saat mereka dalam ketaatan. Aamiin.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *