Malam ini saya senam otak dengan membaca buku logika. Entah mengapa saya senang logika, meskipun sering berpikir tidak logis. Mungkin saja sebenarnya saya bukan tipe yang berpikir logis atau mungkin saja saya terlalu logis sehingga lemah dalam mengelola emosi. Ciri khas orang yang berpikir logis, terlalu dominan otak kiri memang memiliki kelemahan mengelola emosi. Tidak seperti yang otak kanannya dominan, lemah dalam berpikir logis namun kuat dalam mengelola emosi. Saya tidak tahu lebih dominan yang mana. Tapi buku-buku logika seperti buku ini sangat berguna bagi mereka yang berminat pada logika. Setidaknya seperti judulnya, dapat menjadi pengantar kepada logika.
Seperti yang ditulis dalam deskripsinya, buku ini mudah dibaca, menarik secara visual, dan penuh dengan aplikasi dunia nyata. Buku paling lengkap dan berwibawa tentang pengantar logika ini sepenuhnya mempersiapkan pengguna untuk memahami, mengenali, dan menerapkan logika silogisme klasik dan teknik yang lebih kuat dari logika simbolik modern. Menjelaskan semua konsep dan teknik dengan jelas, akurat, dan menyeluruh, dan menghidupkannya dengan menggunakan banyak contoh kehidupan nyata dari argumen dan penjelasan hidup yang diambil dari berbagai sumber untuk membantu mendemonstrasikan penerapan prinsip-prinsip logis oleh penulis dan pemikir yang serius mencoba memecahkan masalah nyata di berbagai bidang.
Termasuk bab lengkap tentang konsep logika dasar, penggunaan bahasa, definisi, kesalahan berpikir, proposisi kategorikal, silogisme kategoris, argumen dalam bahasa biasa, logika simbolik, metode deduksi, teori kuantifikasi, analogi dan kemungkinan inferensi, metode penyelidikan eksperimental Mill, metode dan hipotesis, serta probabilitas.
Buku ini merumuskan kembali masalah logis utama, dan menyajikan penjelasan yang lebih rinci tentang konsep kesetaraan logis, membedakannya dengan lebih jelas dari penghubung fungsi kebenaran. Termasuk berisi informasi tambahan yang memperkaya; banyak ilustrasi baru yang diambil dari penelitian kontemporer dalam ilmu fisika dan biologi; dan sejumlah besar latihan.
Buku ini berguna untuk siapa pun yang mencari pengenalan logika terbaik dan mudah dipahami. Karena itu, silakan membacanya,tidak usah terlalu berpikir apakah kita dominan otak kiri atau otak kanan. Karena hingga kini, saya pun tidak tahu lebih dominan yang mana. Terkadang kita memang perlu senam otak kiri dan terkadang pula perlu senam otak kanan. Dan melalui buku pengantar logika ini kita diajak senam otak kiri. Sementara di lain waktu kita senam otak kanan yang melibatkan perasaan-perasaan yang terkadang tidak menentu. Memang hidup ini seperti lautan terkadang pasang dan terkadang surut. Dalam menghadapi realitas yang demikian kadang perlu berusaha berpikir logis dan terkadang berpikir tidak logis. Karena tidak semua hal bisa dipecahkan dengan logika. Di sinilah perlunya membuka ruang untuk percaya pada hal-hal yang tidak logis seperti dalam pengalaman yang sering kita alami.

No responses yet