Di Nusantara, lebaran itu identik dengan acara sedekah. Sedekah ini jadi salah satu ekspresi kegembiraan dalam berlebaran yang acaranya bisa berlangsung hingga sebulan. Dari makan bersama di masjid setelah sholat Ied, angpau buat saudara, anak-anak, orang tua, gelaran jamuan untuk tamu, halal bi halal, hingga di Jawa pada tanggal 7 Syawwal nanti ada yang namanya kupatan, bagi-bagi ketupat dengan tetangga. Jadilah pesta lebaran di Nusantara ini, gelaran acara sedekah terlama di dunia.
Sedekah ini barokahnya luar biasa, mbah. Sudah terkenal barokahnya sejak Nabi-nabi terdahulu. Karena masih mbahas Nabi-nabi, saya mau cerita tema sedekah di jaman Nabi-nabi.
Dikisahkan dulu di jaman Kholilullah Kanjeng Nabi Ibrahim ‘alaihis sholaatu was salaam. Ada seorang laki-laki yang lama jomblo, lamarannya pada seorang gadis diterima. Untuk merayakannya, laki-laki itu berencana membuat pesta di hari pernikahannya dan mengundang Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim pun setuju akan datang ke pesta pernikahan laki-laki tersebut.
Selang beberapa saat, Nabi Ibrahim didatangi oleh Malaikat Maut yang memberi tahu bahwa akan ada pagebluk (pandemi) besar turun di malam hari H pesta pernikahan laki-laki itu dan dirinya ditugaskan untuk mencabut nyawa laki-laki itu di malam akad nikahnya. Sontak Nabi Ibrahim kaget, “Wah, kasihan bener laki-laki itu!”.
Nabi Ibrahim merasa kasihan sekali, karena laki-laki itu sudah lama jomblo. Sementara akad nikah ini adalah sebuah momen yang ditunggunya sejak lama, sebagai bukti kebebasan dari kejombloan. Lha kok dikabari akan ada hal buruk. Nabi Ibrahim pun diam-diam berkeputusan tidak datang ke akad nikah laki-laki itu, untuk menghindari pagebluk.
Sementara itu, sehari sebelum akad nikah, entah dapat wangsit apa, laki-laki calon pengantin itu spontan ingin bagi-bagi rejeki pada tiap orang yang ditemuinya, sekedar ingin berbagi kebahagiaan. Secara udah lama jomblo, eh dapet calon, tentu bahagia banget. Laki-laki itu pun berjalan di pasar sambil membagi-bagi rejeki dengan seluruh orang di pasar. Wah, semua orang ikut senang dan gak lupa mendoakan yang terbaik untuk masa depan laki-laki itu.
Dan datanglah hari H pesta pernikahan laki-laki tersebut. Kanjeng Nabi Ibrahim yang sejak semalam telah siaga atas turunnya pagebluk, saat fajar muncul, jadi heran kok pagi ini sepi-sepi aja dunia? Katanya semalam bakal ada pagebluk? Kok gak ada berita duka atau kabar datangnya pageblug? Malah beliau melihat ada tanda kalau sedang ada perayaan atau pesta besar di satu tempat. Dihampiri sumbernya, ternyata itu adalah pesta pernikahan laki-laki tadi.
Kanjeng Nabi Ibrahim terperanjat senang tapi juga bertanya-tanya, “Lho, katanya semalam bakal ada pagebluk dan kematian, kok gak jadi? Ada apa gerangan?”.
Lalu turunlah Malaikat Jibril kepada Nabi Ibrahim, memberitakan bahwa laki-laki itu telah menahan pageblug dan memperpanjang usianya dengan sedekah yang dia lakukan kemarin. Sedekahnya telah menurunkan hujan rahmat kepada dirinya dan seluruh kampung. Nabi Ibrahim pun takjub dan bersyukur sekali atas hal itu.
Nah, dengan cerita tersebut, moga jadi motivasi kita untuk mau bersedekah kepada sanak saudara dan handai taulan, terlebih di hari lebaran di tengah suasana pandemi ini. Dengan sedekah, kita berharap semua masalah kita ditahan, semua pagebluk diangkat, bertambah rejeki, kesehatan dan umur panjang, mbah. Aamiin.

No responses yet