Orang2 yg bertakwa, adalah mereka yg bersegera meminta ampun dan taubat manakala mereka terjatuh dalam perbuatan keji atau menzalimi diri mereka sendiri.

Sahabat Abu Dzar al-Ghifari atau Jundub bin Junadah bin Sakan Radhiyallahu Anhu (wafat 652 M, Al Rabatha Arab Saudi), mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah mewasiatkan seorang hamba, agar terus-menerus bertakwa di mana saja dia berada, di setiap waktu dan setiap tempat, serta dalam segala keadaannya. Kenapa demikian? Karena si hamba sangat butuh kepada takwa, tak pernah bisa lepas darinya. Bila sampai lepas, ia akan binasa.

Namun yg namanya manusia, mesti ada kekurangannya dalam menjalankan hak2 dan kewajiban2 takwa. Maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, memerintahkan untuk melakukan perkara yg dapat membersihkan cacat tsb dan menghilangkannya. Yaitu, bila sampai si hamba jatuh dalam kejelekan, maka ia harus “Muusaro’ah fil Khoiroot” (bersegera menyusulnya dgn amalan hasanah kebaikan).

Musara’ah, dalam bahasa Indonesia berarti bersegera atau bergegas. Khairaat berarti kebaikan. Kata khairaat (kebaikan), mencakup seluruh amal kebaikan tidak terkecuali. Ruang lingkup kebaikan sangat luas. Tidak terbatas kepada satu ibadah tertentu, apakah ibadah mahdhah atau murni (seperti shalat) atau bukan mahdhah (seperti makan, minum, dan lainnya yg bisa bernilai ibadah). 

Hasanah sendiri adalah nama dari segala perbuatan yg dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Hasanah yg paling agung, yg dapat menolak kejelekan adalah taubat nashuha, istighfar, dan inabah (kembali) kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dgn mengingat dan mencintai-Nya, takut dan berharap kepada-Nya, serta berambisi untuk meraih keutamaan-Nya, pada setiap waktu.

Termasuk hasanah yg dapat menolak kejelekan adalah memaafkan manusia, berbuat baik kepada makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala, menolong orang yg sedang ditimpa musibah, memberikan kemudahan bagi orang yg kesulitan, menghilangkan kemadharatan dan kesempitan dari hamba2 Allah subhanahu wa ta’ala. 

Secara tegas kata variable kata musaara’ah (bersegera) Allah subhanahu wa ta’ala. sebutkan dalam firman-Nya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg disediakan untuk orang2 yg bertakwa”. (QS. Ali Imran: 133).

Pada ayat di atas Allah subhanahu wa ta’ala memerintah Umat Islam, untuk bersegera melakukan kebaikan agar mendapat ampunan dan Surga yg telah disediakan. Secara eksplisit, ungkapan ini menyimpan penjelasan tentang orientasi dalam “bersegera melakukan kebaikan”. Petikan ayat berbunyi: “kepada ampunan dan Surga”. Orientasi ini yg seharusnya hadir dalam bergegas melakukan kebaikan. Bukan sekedar orientasi “duniawi” yg bersifat fana.

Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman : “Sesungguhnya kebaikan2 itu akan menghapuskan kesalahan2.” (QS. Hud : 114)

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda :

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

“Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yg dapat menghapusnya. Serta bergaulah dgn orang lain dgn akhlak yg baik‘” (HR. Imam Ahmad Bin Hambal, Imam Tirmidzi rahimahumallah, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih’)

Bergegas melakukan kebaikan seringkali terasa berat, karena seseorang tidak hanya sekedar melakukan kebaikan namun lebih dari itu, ia melakukan kebaikan dgn segera. Sikap segera melakukan kebaikan ini biasanya lebih membutuhkan pengorbanan2 dari sekedar melakukan kebaikan secara ‘biasa2’ saja. Namun lantaran pengorbanan tsb, Allah Subhanahu wa ta’ala, juga menyiapkan banyak keutamaan yg akan diraih, bagi hamba yg mengamalkan musaroah fil Khoirot.

Tentunya, pilihan menjadi Muslim yg senantiasa bergegas melakukan kebaikan, pasti memiliki konsekuensi; pengorbanan, kerja keras, kedisiplinan, Istiqomah, keyakinan dan seterusnya. Namun, konsekuensi tsb, tidak sebanding dgn rahmat Allah subhanahu wa ta’ala, berupa balasan2 mulia yg tiada tara.

Wallahu a’lam.

Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA 

CHANNEL YOUTUBE SARINYALA

https://youtube.com/channel/UC5jCIZMsF9utJpRVjXRiFlg

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *