Seorang musafir datang ke sebuah kota dan mendengar bahwa ada seorang dermawan yang begitu suka mengundang orang untuk makan bersama dengan siapa saja yang membutuhkan. Sang musafir pun datang ke rumah sang dermawan yang ternyata seorang nabi (konon nabi Ibrahim) maka terjadilah dialaog.

Musafir : “Wahai tua yang dermawan bisakah kami bergabung dalam jamuan makan yang anda sajikan untuk membantu musafir yang sedang kelaparan?”

Dermawan : “Siapin boleh makan bersama kami, termasuk anda asal anda mau masuk ke dalam agama kami.”

(Demi mendengar jawaban sang dermawan, snag musafir yang seorang penganut Majusi /penyembah api itupun pergi dan kecewa). Konon Tuhan sang dermawan pun menegur dan berfirman. 

“Wahai hambaku (Ibrahim), ketahuilah akulah yang menciptakan manusia dan memberi mereka kehidupan sekaligus mencukupi rejeki dan kebutuhannya. Meskipun banyak sekali mereka yang menentang KU dan bahkan kafir kepada Ku, aku tetap memberi mereka rejeki yang cukup melimpah agar mereka bisa hidup di dunia.”  Smag dermawan terkejut dan menyadari kesalahannya, diapun bergegasencari sang musafir dan mengajaknya kembali ke rumahnya untuk menikmati jamuan makan. 

Musafir : “Wahai tuan apakah gerangan yang membuat tuan berubah pikiran dan bersusah payah mengejar dan mencari hamba untuk anda ajak bergabung dalam jamuan makan tuan?” 

Dermawan : “Tuhanku telah menegurku dan berfirman; “Aku saja yang sering dikhianati oleh  manusia yang aku ciptakan sendiri, masih mau memberi mereka makan. Kenapa kamu yang tidak bisa memberi rejeki orang lain merasa berhak memaksa orang lain untuk mengikutimu ?” 

Konon setelah mendengar jawaban snah dermawan orang Majusi tersebut mulai tersadarkan akan adanya kebenaran Tuhan yang lebih masuk akal. #SeriPaijo

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *