Oleh: Aminatun Khasanah (Komunikasi dan Penyiaran Islam)
Istilah komunikasi dalam bahasa Arab adalah tawashul. Tawashul berasal dari kata “washala”yang berarti “sampai”. Dengan demikian, tawashul adalah proses pertukaran informasi yang dilakukan oleh dua pihak sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh kedua belah pihak yang melakukan komunikasi. Istilah lain dalam bahasa Arab untuk merujuk istilah komunikasi adalah ittishal yang lebih menekankan pada makna ketersambungan pesan. Dalam ittishal, jika pesan yang dikirimkan oleh komunikator sampai dan bersambung pada komunikan/komunikate, maka itulah komunikasi dan tidak harus terjadi feedback atau umpan balik.
Manusia sebagai makhluk sosial dalam hal ini mempunyai kedudukan dan posisi yang sangat penting dan strategis. Sebab, hanya manusialah satu-satunya makhluk yang diberi karunia bisa berbicara. Dengan kemampuan bicara itulah, memungkinkan manusia membangun hubungan sosialnya dan mampu mengembangkan diri serta seluruh potensi yang dimilikinya. Allah SWT telah memberi gambaran tentang arti penting proses komunikasi ini, seperti tersirat dalam firmannya Q.S Ar-Rahman:4 yang artinya: “mengajarnya pandai berbicara”. Banyak penafsiran yang muncul berkenaan dengan kata al-bayan, namun yang paling kuat adalah berbicara (al-nuthq, al-kalam). Komunikasi selain bersifat informatif, yakni agar orang lain mengerti dan paham, juga persuasif, yaitu agar orang lain mau menerima ajaran atau informasi yang disampaikan, melakukan kegiatan atau perbuatan sesuai dengan yang dikomunikasikan, dan lain-lain. Hanya saja, menurut Ibn ‘Asyur, kata al-bayan juga mencakup isyarah-isyarah lainnya, seperti kerlingan mata, anggukan kepala dan lainlain, namun dewasa ini hal tersebut sudah merupakan bagian komunikas yang kita kenal dengan komunikasi non verbal. Dengan demikian, al-bayan merupakan karunia yang terbesar bagi manusia. Bukan saja ia dapat dikenali jati dirinya, akan tetapi, ia menjadi pembeda dari binatang.
Prinsip-Prinsip Komunikasi Islam
Prinsip adalah sebuah pedoman yang dapat membuat manusia mengintepretasikan suatu kejadian, membuat penilaian tentang sesuatu dan kemudian memutuskan bagaimana berekasi dalam situasi tertentu. Sebuah prinsip mempunyai tiga bagian, yaitu mengidentifikasi suatu situasi atau kejadian, melibatkan sekumpulan norma-norma dan nilai-nilai, dan hubungan antara aksi dan konsekuensi yang mungkin. Bedasarkan hal tersebut, Islam secara spesifik menyajikan prinsip-prinsip dalam bentuk ideal komunikasi sebagai dua sumber dasar yang disebut dengan Islam Syariah.
Berbeda dengan prinsip-prinsip komunikasi yang telah kita kenal sebelumnya, komunikasi Islam memiliki prinsip-prinsip tersendiri. Menurut Hefni (2015) prinsip-prinsip komunikasi Islam adalah Ikhlas,Kejujuran,Kebersihan, Berkata positifHati, Dua telinga satu mulut, Selektifitas dan validitas. Keseimbangan, Privasi Beberapa prinsip komunikasi verbal yang efektif dalam perspektif Islam adalah sebagai berikut :
- Intonasi yang lembut. Islam sangat menggarisbawahi pentingnya sopan santun dan etika dalam berkomunikasi, salah satunya adalah dengan menggunakan intonasi yang lembut. Sebaliknya, menggunakan intonasi yang keras dapat membuat penerima pesan menjadi tidak nyaman.
- Menggunakan kata-kata yang tepat
- Menggunakan suara yang lemah lembut. Suara yang keras dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada alat pendengaran. Suara yang keras termasuk dalam polusi yang dapat merusak kesehatan. Secara alamiah, Allah SWT telah menganugerahkan manusia dengan suara yang sangat dinamis yang dapat digunakan dalam situasi yang tepat.
- Memahami mental penerima pesan..
- Memahami situasi dan kondisi.
- Menghindari dominasi pembicaraan
- Hindari mencela dalam diskusi.
Sedangkan, prinsip-prinsip komunikasi non verbal yang efektif dalam persepektif Islam adalah sebagai berikut :
- Riang dan ceria
Hal ini berkaitan dengan eskpresi wajah saat bertemu dengan orang lain
- Penggunaan mata
Mata adalah jendela hati. Mata dapat mengungkapkan hal-hal yang tidak dapat disampaikan dengan kata-kata. Mata dapat mengungkapkan perasaan kasih sayang, marah, cemburu dan lain-lain. Untuk itu, saat berkomunikasi atau melakukan percakapan dengan orang lain perlu hati-hati dalam menggunakan mata atau kontak mata.
- Menggunakan tangan
Gerakan tangan saat berkomunikasi dengan orang lain dapat menambah efektivitas komunikasi. Namun demikian, komunikator perlu berhati-hati dalam menggunakan tangan ketika menyampaikan pesan karena bisa jadi orang akan memberikan arti yang berbeda sesuai dengan latar belakangnya.
Itulah prinsip komunikasi yang efektif dalam Islam berdasarkan Kitab Suci Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Namun perlu diingat pula bahwa kelancaran berkomunikasi baik secara verbal maupun nonverbal tak jarang menemui hambatan-hambatan komunikasi seperti misalnya hambatan bahasa serta hambatan budaya. Dari berbagai studi menunjukkan bahwa penggunaan bahasa yang tidak sesuai dapat menghambat kelancaran komunikasi.
Fungsi Komunikasi Islam
Maka komunikasi Islam pun memiliki beberapa fungsi, yaitu :
1. Informasi, segala sesuatu yang menerpa dan mengirimkannya kembali kepada orang lain melalui panca indera adalah informasi.
2 Memberikan keyakinan, pesan yang dikirimkan oleh komunikator dapat memberikan keyakinkan kepada penerima pesan.
3. Mengingatkan, dalam artian mengingatkan penerima pesan terutama mengenai masalah-masalah keagamaan melalui dakwah.
4. Memberikan motivasi,
5. Sosial,
6. Memberikan bimbingan, dalam artian membimbing manusia dalam hal kebaikan, memperbaiki kondisi manusia yang mengalami kerusakan, membantu manusia menemukan dan mengembangkan potensi diri.
7. Memberikan kepuasan spiritual, dilakukan melalui pemberian nasihat-nasihat spiritual kepada penerima pesan.
8. Menghibur, dalam artian selalu mengucapkan syukur atas nikmat yang diperoleh.
Manfaat Mempelajari Komunikasi Islam
Menurut Harjani Hefni dalam bukunya Komunikasi Islam, mempelajari komunikasi Islam mendatangkan berbagai manfaat, yaitu :
1. Membimbing kaum muslimin secara khusus dan manusia secara umum berkmunikasi dengan Pencipta
2. Membimbing kaum muslimin berkomunikasi dengan diri sendiri
3. Membimbing kaum muslimin berkomunikasi dengan sesama manusia berdasarkan ajaran Islam
Komunikasi Langsung

Gambar diatas merupakan contoh komunikasi langsung, komunikasi langsung yaitu suatu proses komunikasi yang dilakukan secara langsung atau bertatap muka antara komunikator dengan komunikan. Jenis komunikasi diatas adalah komunikasi langsung persona dengan Kelompok. Komunikasi persona dengan kelompok ini merupakan komunikasi langsung yang dilakukan oleh seseorang kepada banyak orang.
Referensi
https://pakarkomunikasi.com/komunikasi-islam
https://www.google.com/amp/s/pakarkomunikasi.com/komunikasi-islam/amp
http://ilmukomunikasi.uma.ac.id/2021/03/18/apa-itu-komunikasi

No responses yet