Oleh : Aminatun Khasanah (Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta)
Dakwah merupakan suatu ajakan atau seruan dalam kebaikan, dan suatu upaya penyampaian pesan yang dilakukan dari seorang individu kepada individu lain maupun kepada sebuah kelompok. Secara umum Dakwah dilaksanakan secara tatap muka seperti adanya ceramah saat pengajian,khotbah saat sholat jum’at yang dihadiri oleh banyak jamaah secara langsung tetapi dalam kondisi Virus Covid-19 yang masih melanda di dunia ini, Sejak 11 Maret 2020 oleh OrganisasiKesehatan Dunia atau dikenal dengan World Health Organization (WHO). Virus Corona dapat mudah menyebar melalui tetesan atau percikan cairan dari batuk atau bersin. Berdasarkan fenomena tersebut, presiden Joko Widodo mengeluarkan anjuran kepada masyarakat Indonesia untuk menerapkan social distancing atau pembatasan sosial yang juga dikenal dengan istilah physical distancing. Hal ini berdampak semua kegiatan ekonomi,politik,pendidikan dan lain lai, termasuk dalam kegiatan keislaman seperti Berdakwah, sholat jum’at, tarawih atau yang menyebabkan suatu kerumunan. oleh karena itu para dai atau ustad yang akan melakukan penyebaran ilmu-ilmu islam harus berfikir yang kreatif dan memanfaatkan media yang ada seperti media sosial IG,Youtube,WA,Twitter dan lain-lain.
Informasi yang disebar di media sosial dapat dengan cepat diakses oleh banyak orang. Tidak hanya sebagai media komunikasi, media sosial juga dapat digunakan sebagai media promosi penjualan, perkumpulan komunitas, dan juga media dakwah. Penggunaan media sosial yang mudah dan murah membuat banyak dai memulai hijrah untuk tidak hanya melakukan dakwah secara luring tetapi juga secara daring. Media sosial merupakan alternatif bagi dai untuk menyampaikan pesan dakwah secara lebih efektif dan efisien. Media sosial mampu menjadi jembatan bagi para dai untuk menyampaikan dakwah kepada masyarakat dari berbagai daerah bahkan pelosok.
Menurut Habib Idrud, dakwah sendiri memiliki metode. Ada enam metode yang bisa digunakan untuk berdakwah:
Pertama, dakwah fardiyah yaitu dakwah seseorang kepada orang lain dalam jumlah yang sedikit.
Kedua, dakwah ammah yaitu dakwah yang dilakukan seseroang dengan lisan yang ditujukan kepada banyak orang yang dimaksukan untuk menanamkan pengaruh.
Ketiga, dakwah bil lisan yaitu penyampaian secara lisan melalui ceramah dan komunikasi langsung dengan objek dakwah.
Keempat, dakwah bil hal yaitu melalui perbuatan. Ini bisa dilihat bagaimana Nabi Muhammad dan para sahabat.
Misalnya, bagaimana ketika Mushab bin Umair, ketika menjadi duta dakwah di Madinah. Di sana, dakwahnya banyak diminati karena cara dakwah Mushab menarik banyak orang karena Mushab memwakai wewangian dan penampilan yang menarik.
Kelima, dakwah bil tadwin yaitu melalui tulisan. Baik itu buku, koran, atau tulisan yang mengandung pesan dakwah.
Keenam, dakwah bil hikmah. Yaitu, dakwah dengan cara arif dan bijaksana. Sehingga, membuat objek dakwah tertarik dengan materi dakwah tanpa ada tekanan dan konflik.
Karena banyak larangan kerumunan seperti seminar dakwah, pengajian dan lain-lain. Sementara, pandangan orang tentang dakwah itu adalah tabligh akbar. Dan hal itu saat ini tak bisa dilakukan sebagai bagian dari pencegahan penyebaran virus corona. Hal tersebut bisa dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran covid-19, dan ini bisa menjadi kesempatan di kalangan dakwah.
sumber:
https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/qcmidm430
http://jki.uinsby.ac.id/index.php/jki/article/download/168/119
https://journal.iain-samarinda.ac.id/index.php/lenhttps://pakarkomunikasi.com/komunikasi-islam

No responses yet