Syarat itu adalah banyak dzikir.
Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW
يموت المسلم بين حسنتين ، حسنة قد قضاها وحسنة ينتظرها
“Orang Islam mati saat berada dalam dua kebaikan (sholat), sholat yang sudah dilakukan dan menunggu sholat yang akan tiba”
Artinya, orang Islam itu mati dalam kebaikan selama dia penuhi waktu di antara dua sholat dengan berdzikir. Sulit membayangkan orang Islam disebut mati dalam kebaikan, kalo di antara dua sholat malah sibuk nyolong mangga atau nggosipin tetangga.
Maka, dzikir ini penting untuk membangun sholat khusyuk. Kalo di luar sholat kurang dzikir, dipastikan kita akan terbiasa ghoflah (lalai) dan itu akan terbawa ketika sholat. Karena sholat khusyuk butuh memahami bacaan sholat, hadirnya hati didalamnya dan keyakinan atas apa yang dilakukan. Maka latihan agar tidak ghoflah, dilakukan di luar sholat dengan dzikir.
Dzikir di sini adalah segala aktifitas/amal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat guna berharap ridho Gusti Allah. Seperti yang disebut Imam Nawawi dalam Adzkarun Nawawiyah
كل عامل لله تعالى بطاعته، فهو ذاكر لله تعالى
“Setiap orang yang beramal karena mengharap ridho Gusti Allah, maka dialah orang yang berdzikir”
Jadi dzikir bukan hanya baca wirid, tasbih, tahlil, tahmid, rotib, hizib dan sejenisnya. Tapi juga semua jenis amal yang bertujuan memperoleh ridho Gusti Allah, itulah dzikir. Bahkan secara khusus disebut bahwa mempelajari ilmu fiqih (tafaqquh fid diin) itulah yang disebut dzikir. Sebagaimana dawuh Imam ‘Atho’
مجالس الذكر هي مجالس الحلال والحرام، كيف تشترى وتبيع وتصلى وتصوم وتنكح وتطلق
“Majelis dzikir adalah majelis yang mengajarkan halal dan haram, bagaimana cara anda berkongsi, jual beli, sembahyang, puasa, nikah, talaq dan lain-lain”
Kalo kita mau sholat tapi ada keraguan dalam satu bagian karena kurang ilmu, maka sholat khusyuk gak dapet, salah-salah bisa batal semua. Begitu juga pas kita sholat tapi kurang nyantol dengan bacaan sholat karena kurang wiridan, maka pikiran jadi kemana-mana, khusyuk pun gak dapet, atsar sholat pun gak ada.
Maka di luar sholat, kita kudu terus menggali ilmu dan memutar wirid gak putus-putus. Dengan tujuan untuk mendukung sholat kita agar bisa khusyuk. Seperti yang didawuhkan Imam Al Habib Abdullah Al Haddad, bahwa dzikir di luar sholat itu untuk menunjang kualitas ibadah wajib. Seperti sholat.
Kalo kita udah punya mindset untuk selalu meniatkan segala aktifitas untuk dzikir demi menunjang sholat wajib, maka kita akan berada di maqom sholat daim. Yaitu keadaan sholat yang gak putus-putus, baik di saat sholat wajib maupun di luar sholat wajib. Seperti dawuh Sunan Bonang dalam Serat Wijil. Dan hidup kita mencapai hakikat penghambaan, yaitu dzikrullah, seperti dawuh Imam Ghozali.
Jadi mulai sekarang, yang suka berburu ijazah wirid dengan tujuan ketiban rejeki, segera tobat, mbah. Heuheuheu.
Mugi manfaat.

No responses yet