Jama’ah : “Jo katanya sekarang gejala Covid-19 semakin variatif. Selain batuk, tidak bisa mencium dan merasa, diare dan satu lagi yang baru sakit lambung. Gimana ini ini Jo solusinya agar kita tidak terjangkit wabah yang berbahaya ini?”
Paijo : “Taat dan disiplin menjaga protokol kesehatan kang. Rajin olahraga, makan makanan bergizi, istirahat cukup, jaga kegembiraan dengan hiburan sama istri di rumah saja.”
Jama’ah : “Waduh Jo kok susah amat, ada yang lebih mudah nggak Jo di samping pilihan itu?”
Paijo : “Loh kang, itu sudah paling murah dan mudah.”
Jama’ah : “Apanya yang murah Jo, rumah kontrakanku mau habis, sepeda pancalku sudah saya jual untuk makan sehari-hari karena sepinya pembeli jualanku. Usahaku untungnya hampir tidak ada, hanya cukup untuk makan sehari dan modal kulakan besok harinya . Istriku sudah mulai rajin menerbangkan piring terbang, anakku kehabisan paket pulsa. Kalau aku cari hiburan di rumah ya yang kudapat adalah “ceramah” istri dan keluhan anak tercinta Jo. Bukan pelukan mesra. Makanya aku lebih suka jaga warung meski hanya bisa jualan teh anget dan gorengan. Eh kok malah dengar kabar besok akan dirasia dan dihukum jika tetap buka. Mulai besok untuk sekedar mandi saja aku mulai susah Jo.”
Paijo : “Lho kok gitu kang emang di rumah tidak ada air?”
Jama’ah : “Ada sih Jo, tapi kamu tahukan suasana rumah yang akan habis kontraknya dan uang tabungan sudah ludes tak tersisa kayak apa? Terakhir di rumah istriku bilang “Akang sudah jarang mandi, silahkan mandi dan rambutnya dikremasi”.
Paijo : “Waduh gawat kang kalau dikremasi, lebih baik akang tidur di mushola sebelah warung Yuk Tin saja. Dari pada masuk berita pojok kampung, seorang suami dikremasi ketika mandi.” #SeriPaijo

No responses yet