Sunnah dalam sholat ini banyak. Ada ulama menyebut 500 macam, 800 macam hingga 1000 macam. Imam Ghozali sangat menganjurkan kita melakukan sunnah sholat semampu kita. Ada hadits qudsi yang panjang, yang intinya Gusti Allah akan memberi banyak fadhilah bagi orang yang melakukan sunnah sholat. Dan Gusti Allah kecewa saat ada orang yang tidak melakukannya.
Sunnah dalam sholat, menurut madzhab Syafi’iyah, ada 3 bagian :
A. Sunnah sebelum sholat, seperti adzan, iqomah, bersiwak, doa, dzikir, sholawat dan lain2.
Ada doa yang dibaca ketika kita sudah berdiri untuk sholat dan dibaca sebelum sholat yang ditulis Imam Nawawi dalam Adzkar An Nawawi :
اَللّهم آتِنِي أَفضَلَ ما تُؤتِي عِبادَكَ الصالِحِين
“Duh Gusti, mohon berikanlah aku sebaik-baik hal yang Engkau berikan kepada hamba-hambamu yang sholeh”
Untuk mengusir waswas, Imam Ghazali dalam Bidayatul Hidayah menganjurkan membaca surat An Nas sekali. Mengucapkan lafadz niat juga disunnahkan untuk memandu hati agar niatnya bersih dari riya’ dan waswas.
B. Sunnah ketika sholat, ada 2 jenis yaitu :
1. Sunnah ab’adh, yaitu sunnah yang mendekati wajib yang bila ditinggalkan, disunnahkan sujud syahwi. Ada 3 macam sunnah ab’adh, yaitu :
a. Tasyahud awal
b. Qunut shubuh
c. Bacaan sholawat kepada keluarga Kanjeng Nabi SAW ketika tasyahud akhir
2. Sunnah Haiat, yang tidak perlu sujud syahwi bila ditinggalkan, yaitu bacaan doa dan dzikir selain bacaan rukun sholat dan bacaan sunnah ab’adh.
C. Sunnah sesudah sholat, yaitu beragam dzikir, doa dan sholawat yang banyak diamalkan para ulama. Baik jahr (suara keras) maupun sirr (suara pelan) semua benar, ojok tukaran.
Sunnah setelah sholat ini jangan sampai ditinggalkan. Karena di sana adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan wiridan. Sangat dianjurkan duduk sejenak, minimal membaca doa “Allahummaghfirli dzunubi wa liwaalidayya..”.
Disunnahkan bagi orang yang berusia 35 tahun menjelang 40 tahun hingga ke atas, sehabis sholat membaca doa yang dinukil dari surat Al Ahqaaf 15.
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku cara untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan berikanlah aku petunjuk sehingga aku dapat berbuat amal sholeh yang Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku hanya bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”
Dan bisa juga ditambah doanya Nabi Sulaiman di akhirannya
وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
“Dan masukkanlah aku, dengan rahmat-Mu, ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang sholeh” (An Naml 19)
Karena ada keterangan ulama yang menyebut, orang yang sudah berumur 40 tahun kok kebaikannya gak nambah secara kuantitas dan kualitas, tanda penghuni neraka. Na’udzubillah.
Ada pula ijazah dari Mbah Yai Husein Ilyas Mojokerto, agar membaca sholawat nariyah dan surat “Alam nashroh.. ” masing-masing 11 kali sesudah sholat wajib, biar rejekinya lancar jaya. Habis sholat subuh, juga dianjurkan membaca Al Qur’an dan wirid semampunya agar dilimpahi rejeki barokah.
Pokoknya, apapun doa dan wirid setelah sholat yang kita tau, jangan sampai ditinggalkan. Dan jangan khawatir bid’ah, mbah.
Mugi manfaat.
#AyoNyarkub #AyoNgopi.

No responses yet