Oleh: Nurul fajriah (Mahasiswi ITB Ahmad Dahlan)
“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak islami adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah). Dalam KBBI malu adalah sifat merasa tidak enak hati karena melakukan hal yang kurang baik. Malu merupakan akhlak atau perbuatan seseorang menjauhi diri dari hal buruk yang dilarang oleh Allah SWT dan mendatangkan kemudhorotan bagi dirinya serta orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Rasa malu tidak pernah mendatangkan kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari-Muslim). Perhiasan terbaik bagi seorang perempuan adalah rasa malu. Rasa malu yang terdapat pada diri kita adalah hal yang membuat kita terhormat dan dimuliakan. Rasa malu itu baik, tetapi seringkali dilupakan bahkan disepelekan. Banyak dari kita para perempuan merendahkan diri dengan meninggalkan rasa malu, sementara Allah SWT telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.
Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Di zaman sekarang rasa malu para wanita telah pudar, banyak sekali kaum wanita yang dengan percaya dirinya berjoget ria memamerkan tubuhnya didepan kamera dilihat oleh banyak orang, memakai baju yang menarik perhatian laki-laki, sampai mengundang perhatian seluruh manusia. Islam tidak pernah melarang kita untuk mengikuti tren selama hal itu sesuai syariat. Akan tetapi jika sudah melampaui batas maka itu merupakan tindakan maksiat kepada Allah SWT, dan dosa yang di reguh untuk berhadapan dengan Allah nanti disebut dengan dosa Tabarruj atau dosa memperlihatkan kecantikan, memolekkan diri di hadapan laki-laki yang bukan muhrim. Jika rasa malu hilang dalam diri wanita, maka ia tak akan taat kepada Allah SWT dan akan melakukan semaunya. Tanpa rasa malu, tidak ada penghalang dalam berbuat maksiat. Allah SWT berfirman “Salah satu ciri utama fitrah manusia adalah adanya rasa malu. Bila rasa malu hilang, manusia cenderung berbuat seperti binatang bahkan bisa lebih parah lagi.” (QS. Al-A’raf (7) : 179).
Malu merupakan sebagian dari harga diri seorang perempuan. Sehingga orang yang tidak memiliki rasa malu maka dia akan kehilangan harga dirinya. Dan dia akan melakukan apapun yang dia suka tanpa mengikuti perintah Allah SWT. Rasa malu tidak bisa ditukar dengan uang, tidak bisa ditukar dengan popularitas, dan tidak bisa ditukar dengan pujian. Maka bersyukurlah kita masih memiliki sikap malu, karena malu merupakan anugerah seorang perempuan dari Allah SWT. Bagaimana cara menjaga sifat malu? Dikutip dari akun Instagram resmi @madrashalihat yaitu : 1.) Tidak melemah lembutkan suara ketika berbicara dengan lawan jenis, 2.) dilarang melenggak-lenggok untuk mencari perhatian, 3.) mengurangi tertawa terbahak-bahak, 4.) dan menjaga pandangan dari laki-laki dan apapun yang tidak diperbolehkan dalam islam.
Jika seseorang malu kepada Allah, ia akan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bagaimana caranya malu kepada Allah?” Dijawab, “Siapa yang menjaga kepala dan isinya, perut dan makanannya, meninggalkan kesenangan dunia, dan mengingat mati, maka dia sungguh telah memiliki rasa malu kepada Allah Swt.” Malu seperti inilah yang akan melahirkan buah keimanan dan ketakwaan. Malu kepada diri sendiri. Ketika orang punya malu kepada dirinya sendiri, dia tidak akan melakukan perbuatan dosa ketika sendirian. Ia malu jika ada orang yang melihat perbuatannya. Namun menjaga harga diri dan rasa malu ternyata bukan perkara mudah. Tidak semua orang mampu menjalaninya. Seseorang yang sudah tergila-gila dengan harta, jabatan, dan bahkan juga berbagai syahwat yang tidak bisa ditahan, maka berakibat harga diri dan rasa malu yang seharusnya dijaganya baik-baik menjadi hilang dengan sendirinya
Sesungguhnya kemuliaan seorang wanita terletak pada rasa malunya. Semakin baik para wanita menjaga rasa malunya maka akan semakin baik pula akhlaknya dan semakin tinggi kemuliannya. Karena pada fitrahnya, wanita merupakan makhluk yang pemalu, namun dia tahu kapan waktunya dia harus bersikap tegas. Sudah sepatutnya kita para perempuan menjaga izzah dan iffah, dengan menjaga rasa malu kita serta menundukkan pandangan kita. Bersikaplah seperti yang Allah perintahkan, jangan bertindak sembarangan tanpa memerhatikan aturan Al-Qur’an. Jadilah sebaik-baik perhiasan dunia, dan sebaik-baiknya perempuan adalah yang mempunyai rasa malu. Semoga kita termasuk muslimah yang menjaga diri dan memiliki rasa malu yang tinggi.

No responses yet