Oleh: Sigit Prasetiyo
Dalam sebuah kehidupan tentunya kita akan membutuhkan pasangan. Dimana kita membutuhkan orang lain untuk berbagi sebuah cerita. Tentunya hal itu tak luput dari kecocokan kita dengan pasangan. Tentunya didalam menjalani hubungan itu kita pelunya ada ke kecocokan. Apabila hubungan yang dijalani memiliki tujuan yang sama tentunya hal itu akan berjodoh. Tetapi jika di dalam hubungan yang terpaksa tentunya hal itu akan terasa sulit untuk dijalani dan lebih sulit untuk menempuh tujuan yang sama yaitu perjodohan.
Pada novel “Kekasih Palsu” karya Nev Nov ini mengkisahkan tentang perjodohan, setelah saya membaca beberapa bab dalam novel itu. Dimana seorang lelaki yang mapan dan rupawan di jodohkan oleh kakek nya kepada seorang perempuan dari teman berbisnisnya dahulu, tetapi mereka saling menolak perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya tersebut dan lebih memilih pilihan mereka masing-masing.
Perjodohan pada novel Nev Nov ini melihatkan tentang perjodohan pada zaman dahulu, atau bisa disebut dengan istilah “Perjodohan Zaman Siti Nurbaya”. Pada zaman Siti Nurbaya identik dengan perjodohan dimana anak perempuan yang dipaksa untuk menikah dengan laki-laki pilihan orang tuanya. Orang-orang banyak beranggapan tentang perjodohan yang dipaksa. Dan di zaman sekarang setiap yang namanya ada perjodohan yang dipilihkan oleh orang tuannya, akan dibilangnya “ini bukan zaman Siti Nurbaya lagi1”. Tentu dengan seiring adanya perubahan zaman. Perjodohan yang dilakukan oleh orang tuannya sendiri sudah jarang di lakukan, karena anak-anak/ remaja di zaman sekarang lebih memilih pasangan dengan kriteriannya sendiri.
Dalam novel Nev Nov saya melihat hal yang berbeda dari novel-novel yang lain. Dalam novel itu terdapat beberapa sub bab, dari sub bab tersebut Nev Nov menghadirkan pristiwa-pristiwa yang terjadi dengan jelas, jadi pembaca akan lebih memahami dari setiap alur yang dibuat dalam novel tersebut, percintaan yang dihadirkan oleh Nev Nov berupa pendekatan diri terhadap laki-laki yang bernama Devian seorang manajer perusahaan yang berumur 30 tahun’an, di jodohkan kepada seorang perempuan model yang cantik yang bernama Clara. Tetapi Clara menolak tawaran perjodohan oleh orang tuannya dan menyutuuh adik nya yang bernama Clarrisa untuk menemui laki itu. Dengan terpaksa Clarrisa selalu menggantikan kaka nya untuk pergi bertemu dengan Devian, karena Clarrisa takut nanti mamah dan papahnya marah kepada kakanya itu. Tulisan Nev Nov dalam cerpen Kekasih Palsu:
“Memang mudah saja, kamu jelas akan menyukai anak gadis mereka karena aku kenal orang tuannya. Gadis itu adalah cucu dari temanku. Aku banyak berhutang kepada temanku saat muda dulu, kini saatnya membalas kebaikan mereka”.
“Dengan perjodohan yang tidak masuk akal?”
“Kakek tidak pernah minta apapun padamu bukan? Baru kali ini aku meminta sesuatu, tidak bisakah kamu kabulkan? Bagaimana kalau ini permintaan terakhir sebelum mati?”. (hlm. 7)
Dalam novel ‘Kekasih Palsu’ Nev Nov sering menyajikan alur-alur maju, dan latar dari setiap kejadian selalu beragam dan berganti-ganti membuat pembaca lebih menghayat saat membaca novel tersebut. Yang membedakan dengan novel lain. Dalam novel tersebut alur yang setiap babnya bergantian seperti perpindahan scene pada film dimana setiap bab memiliki konflik-konflik dan tempat-tempat yang berbeda-beda. Seprti pada kutipan Bab 6 dan Bab 7, Tulisan Nev Nov dalam cerpen Kekasih Palsu :
“Mobil berhenti di depan sebuah rumah luas dengan pagar besi putih.”
“Selamat datang, di gubuk ku. Clara dan Devian,” sambut Roman sang pemilik rumah.
“Ayo, Clara. Aku kenalkan dengan adik ku. Pesta ini syukuran untuk kesembuhannya,”
Ajak Roman antusias (hlm. 68-70).
“Brengsek kamu Jeff, bisa-bisanya kamu giniin aku!”.
“Jangan begitu Clara, kenapa sih, ngamuk sembarangan.”
“Ngamuk sembarangan katamu? Jelas-jelas kamu bermain mata dengan model murahan itu, dan kamu masih bilang aku ngamukan?” Tangan Clara terangkat seperti hendak mencekik. Membuat pemuda di hadapannya, reflek mundur”.
“Please,Honey. Calm down. Kami hanya bekerja layaknya professional.” Tangan Jefr.
“Clara menarik napas panjang, berusaha meredakan ke-marahannya. Selama satu bulan lebih dia dan Jefry di Bali, hampir setiap hari berlalu dengan pertengkaran. Ia berusaha sabar, mengalah, bahkan saat harus melihat Jefry berpose dengan model wanita lain.” (hlm. 84).
Clarrisa yang terus menyamar sebagai kakanya Clara, seiring waktu mulai tumbuh rasa cinta kepada Devian. Tetapi Clarrisa hanya suruhan kakanya supaya perjodohan yang dilakukan oleh orang tuannya dapat dibatalkan. Sementara itu kakanya Clara sibuk pergi bersama pacarnya Jeffry ke bali. 3 bulan berlalu perjodohan yang dilakukan Devian dan Clarrisa sebagai penganti kakaknya semakin hari semakin dekat, hubungan mereka mulai menuju ke jenjang yang lebih serius sementara itu, Clara di tinggalkan oleh pacarnya Jeffry hubungan mereka putus karena ketidak cocokan sifat mereka. Clarrisa juga sudah menghiraukan omongan kakaknya yang menyuruh perjodohan dengan Devian supaya batal. Dan mereka berdua pun bertunangan dan mengungkapkan kebohongan yang dilakukan oleh Clarrisa selama ini kepada Devian dan Devian pun tidak menghiraukan hal tersebut karena mereka sudah memiliki hubungan yang cocok untuk di jalani.
Kelebihan novel ini ada pada gaya bahasanya. Bahsaanya yang santai, enak dibaca dan mudah dimengerti. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, membuat pembaca hanyut ke dalam cerita. Selain itu percakapan antar tokoh yang terasa natural dan tidak dibuat-buat. Penambahan gambar pada novel itu membuat ilustrasi novel menjadi lengkap dan semakin terasa.
Melalui karya sastra berupa novel yang telah ditulis oleh Nev Nov, kita dapat mengulas masalah perjodohan. Tentunya hal tersebut sangatlah berkesinambungan dengan masalah-masalah di zaman ini. Maka dari itu, saya merekomendasikan novel ini untuk dibaca kalangan remaja sampai dewasa. Dari novel ini, pembaca dapat merealisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, tidak hanya tentang percintaan. Selain itu, orang tua juga dapat memahami perasaan dan sudut pandang seorang anak yang sedang kebingungan dengan permasalahan percintaannya.
Sigit Prasetiyo, lahir di Brebes 17 mei 2001. Mahasiswa program studin Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMP. Buku Antalogi Puisi Dongeng dari Kampung Halaman (2021) merupakan sebuah Antalogi Puisi, dimana terdapat karya pertamanya berupa puisi. Saat ini tinggal di Salem, Brebes. Ia dapat dihubungi melalui ig: @Sigit_pras17.

No responses yet