Oleh: Anggraini Fathiah Ningsih
Pendahuluan
Tekanan atau kegelisahan menurut psikologi adalah perkara yang tidak dapat dipisahkan daripada hidup seseorang dan gangguan emosi yang meletakkan seseorang dalam keadaan tidak nyaman (Hairunnaja Najmuddin). Yang dapat dirasakan setiap orang, baik dewasa maupun anak – anak. Saat mengalami stres, tubuh akan menjadi waspada terhadap tantangan atau bahaya yang mengancam.
Tubuh bisa memberikan reaksi positif atau negatif dalam merespon stres. Reaksi positif bisa berupa kemampuan beradaptasi, kewaspadaan yang meningkat, atau motivasi dalam menghadapi tantangan. Setiap orang belum tentu sama dalam menghadapi stress, tekanan dan rasa gelisah dalam diri. Ada yang menyikapinya dengan menceritakan kepada teman, pergi ke taman bermain dan lainnya.
Namun, adapula orang menyimpan rasa gelisahnya dalam diri sendiri, menyimpannya sendiri dalam hati akan menimbulkan hal – hal negatif seperti menjadi orang yang pasif, lemah semangat, tidak bercita – cita tinggi, dan bisa ‘mati’ rasa. Sementara reaksi negatif ditandai dengan rasa cemas dan takut, yang dapat disertai dengan berbagai keluhan fisik. Nah, berikut beberapa cara mengatasi emosi dan menenangkan hati.
- Salat Tahajjud
Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa salat Tahajjud memiliki kaitan untuk menenangkan jiwa, dengan berbagai permasalahan yang dialami oleh manusia sehingga menyebabkan tidak adanya ketenangan jiwa manusia, maka salat Tahajjud dapat dijadikan solusi terhadap masalah yang dialami. Adapun hikmah dari melaksanakan salat Tahajjud yaitu (1) dapat menjauhkan dosa (2) mempererat hubungan dengan Allah (3) dapat menangkal penyakit jiwa. Sedangkan cara untuk menenangkan jiwa yaitu (1) sabar (2) berpikir positif (3) dzikir (mengingat Allah) dan (4) salat. Kemudian kaitan salat Tahajjud dengan ketenangan jiwa yaitu (1) niat yang ikhlas karena Allah dan (2) melaksanakan salat Tahajjud dengan khusyuk.
- Membaca Al-Quran
Banyak ditemukan ayat-ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang jiwa atau nafs. Ayat Al-Qur’an yang menunjukkan jiwa bersifat tenang adalah Surah Al-Fajr ayat 27-30. Sedangkan ketenangan dapat diperoleh melalui dzikir seperti disebutkan dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28. Selain zikir, ada banyak amal ibadah yang dapat dilakukan untuk meraih ketenangan jiwa, seperti salat, puasa, zakat, dan membaca Al-Qur’an. Selain telah disebutkan dalam Al-Qur’an, amal ibadah tersebut juga terbukti secara ilmiah mampu membuat jiwa menjadi tenang.
- Berdzikir
Berdzikir merupakan cara untuk mengingat, memuji, mengagungkan nama Allah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui model terapi dzikir yang ada di Panti Rehabilitasi Bumi Kaheman dan untuk mengetahui implementasi terapi dzikir bagi penderita skizofrenia di Panti Rehabilitasi Bumi Kaheman. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif.
- Bersyukur
Merasa bersyukur memiliki manfaat emosional dan interpersonal. Saat memandang penderitaan sebagai sesuatu yang positif, seseorang akan mampu mengembangkan keterampilan koping (respon pikiran dan perilaku terhadap situasi penuh tekanan yang bertujuan untuk mengatasi konflik yang muncul akibat situasi tersebut, baik konflik internal maupun eksternal) yang baru
Pendahuluan
Buku “Psikologi Ketenangan Hati” oleh Hairunnaja Najmuddin
Salat tahajjud
Baca Quran
Berdzikir
Bersyukur

No responses yet