Oleh: Akmaliah Fitriani (Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)
Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam. Yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. selama 22 tahun 22 bulan 22 hari. Sebagai umat islam kita wajib untuk beriman kepada Al-Qur’an. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membaca dan mengamalkan isinya sebagai pedoman dalam menjalani ke hidupan ini agar selamat di dunia dan akhirat. Selain itu membaca Al-Qur’an dapat sebagai ladang untuk menambah pahala.
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam dan isinya meliputi semua aspek kehidupan. Zikir dari Al-Qur’an merupakan alunan suara yang menyebabkan pelepasan endorfin dengan merangsang alpha gelombang otak. Sehingga terjadi penurunan stres, menghilangkan emosi negatif, dan menciptakan rasa relaksasi. Pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan umat Islam dalam intervensi nonfarmakologis dengan berfokus pada agama (Ghiasi & Keramat, 2018). Allah swt. berfirman dalam Q.S Al-Isra ayat 82 yang artinya “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orangorang yang zalim selain kerugian” (Rosyanti et al., 2022).
Al-Qur’an memiliki sifat “Mubarak” yang artinya diberkahi. Selain memberikan pahala Al-Qur’an juga memberikan manfaat lain yang sangat banyak. Misalnya seperti lebih mendekatkan diri kepada Allah swt., diberikan kemudahan dalam segala hal, dapat berkumpul dengan orang – orang yang sholeh, memberikan perubahan ke arah yang lebih baik, dan menjadikan diri lebih bisa berkonsentrasi dalam suatu hal.
Selain mengamalkan Al-Qur’an dengan membacanya dapat juga dilakukan dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an melalui murotal. Setiap orang yang beriman kepada Allah SWT wajib meyakini bahwa sumber ketenangan jiwa dan ketentraman hati yang hakiki adalah dengan berdzikir kepada Allah swt., Membaca al-Qur’an, berdoa kepada – Nya dengan menyebut nama – nama – Nya yang indah dan mengamalkan perintah – Nya. Hal ini seperti firman Allah swt. dalam Q.S Ar-Ra’d ayat 28 yang artinya “(yaitu) orang – orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah swt. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (Nugraha, 2018).
Mendengarkan Al-Qur’an sama pentingnya dengan membacanya. Mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an pun memberikan manfaat. Mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai terapi untuk mengobati beberapa penyakit seperti menurunkan tingkat stress seseorang, menyetabilkan tekanan darah dan detak jantung, meredakan gangguan insomnia atau sulit tidur, meningkatkan fokus seseorang dan nutrisi yang baik untuk otak. Manfaat lantunan ayat Al-Qur’an yang utama yaitu memberikan ketenangan pada hati ( Dzulqarnain, 2018).
Sebagai umat muslim ketika mendengar lantunan ayat Al-Qur’an maka akan merasakan ketenangan dalam hati dan akan teringat kepada Allah swt. Apabila belum merasakan mungkin perlu untuk mendengarkannya secara berulang kali. Dan apabila tetap tidak merasakan ketenagan hati sama sekali maka segeralah bertaubat dan memohon ampun kepada Allah swt. agar mendapat nikmat – Nya kembali dan dapat merasakan ketenangan hati dalam mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Referensi
Dzulqarnain, Iskandar. (2018). Implikasi Tilawah Al Quran Terhadap Ketenangan Hati Perspektif Tafsir Al-Mishbah. Digilib.uinsby.ac.id. 1–86.
Nugraha, E. (2018). Ngalap Berkah Al-Qur’an : Dampak Membaca Al-Qur’an Bagi Para Pembacanya.Ilmu Ushuluddin Volume 5 Nomor 2. 113–131
Rosyanti, L., Hadi, I., & Akhmad, A. (2022). Kesehatan Spritual Terapi Al-Qur ’ an sebagai Pengobatan Fisik dan Psikologis di Masa Pandemi COVID-19. Health Information : Jurnal Penelitian. 89–114.

No responses yet