Categories:

Oleh: Sahda Adristi Ginting (Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA)

Stress adalah kondisi salah satu ciri adanya gangguan psikis. Setiap manusia pasti pernah mengalami masa stress mereka sendiri. Dari berbagai macam masalah, tekanan hidup, situasi yang tidak nyaman, sedih, cemas, ragu-ragu, atau bingung. Dalam psikologi stress adalah respon tubuh yang sifatnya nonspesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya. Bila seseorang telah mengalami stress mengalami gangguan pada satu atau lebih organ tubuh sehingga yang bersangkutan tidak lagi dapat menjalankan fungsi pekerjaannya dengan baik, maka ia disebut mengalami distres. Pada gelaja stress, gejala yang dikeluhkan penderita didominasi oleh keluhan-keluhan somatik (fisik), tetapi dapat pula disertai keluhan-keluhan psikis. Tidak semua bentuk stress mempunyai konotasi negatif, cukup banyak yang bersifat positif, hal tersebut dikatakan eustress (menurutHans Selye dalam Sary (2015)). Sedangkan menurut Surat al Baqarah ayat 10 menyatakan kondisi stress dan gangguan psikologis yang  mengikuti manusia sebagai penyakit hati. Lebih jelasnya berbunyi “dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”

Stress bisa beresiko terhadap diri kita sendiri apalagi terhadap kesehatan kita, memiliki kondisi seperti kurang gizi, tidur tidak cukup, dan tidak sehat secara fisik akan meningkatkan risiko seseorang terkena stress. Stress tidak boleh di biarkan terlalu lama karena dapat menyebabkan sakit kepala, diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan tidur, stroke, obesitas, asma, depresi, penuaan dini, mudah terinfeksi, disfungsi seksual, penyakit jantung, asam lambung, penyakit Alzheimer. Penyebab dari stress antara lain adalah berada di bawah banyak tekanan, khawatir akan sesuatu, tidak dapat mengatasi situasi, tidak memiliki cukup pekerjaan atau aktvitias. Stress tidak hanya dapat terjadi karena faktor lingkungan tetapi bisa juga terjadi dari diri kita sendiri.

Menurut Martaniah dkk, 1991(dalam Rumiani, 2006 ) stress memiliki tahapan sebagai berikut:

  1. Tahap 1 : stres pada tahap ini justru dapat membuat seseorang lebih bersemangat, penglihatan lebih tajam, peningkatan energi, rasa puas dan senang, muncul rasa gugup tapi mudah diatasi.
  2. Tahap 2 : menunjukkan keletihan, otot tegang, gangguan pencernaan.
  3. Tahap 3 : menunjukkan gejala seperti tegang, sulit tidur, badan terasa lesu dan lemas.
  4. Tahap 4 dan 5 : pada tahap ini seseorang akan tidak mampu menanggapi situasi dan konsentrasi menurun dan mengalami insomnia.
  5. Tahap 6 : gejala yang muncul detak jantung meningkat, gemetar sehingga dapat pula mengakibatkan pingsan.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan tahapan stres terbagi menjadi 6 tahapan yang tingkatan gejalanya berbeda-beda di setiap tahapan.

Apa kah kita harus ke dokter ketika sedang mengalami stress? Ketika stress yang terjadi kepada kita berkepanjangan sebaiknya kita segera ke dokter. Stress dalam waktu yang lama dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental. Biasanya dokter akan meminta pasien mengisi kuesioner untuk mengetahui tingkat stress yang dirasakan. Kuesioner yang digunakan adalah The Perceived Stress Scale (PSS-10), yaitu alat tes psikologi yang berfungsi menentukan tingkat stress. Lalu dokter juga akan melakukan tanya jawab untuk mencari tahu penyebab stress. Saat konsultasi, Anda diminta untuk jujur menceritakan penyebab atau hal-hal yang dapat menimbulkan stress. Setelah mendapat gambaran dari hasil kuesioner dan tanya jawab, dokter akan menentukan apakah Anda mengalami stress akut atau kronis.

Jika stress menimbulkan penyakit, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis penyakit yang diderita. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan dapat berupa tes darah dan pemindaian, seperti CT scan atau MRI.

Lalu bagaimana cara mengelola stress dalam perspektif psikologi dan islam?

Cara mengelola stress dalam perspektif psikologi dan islam

  1. Ikhlas

Ketika kita ikhlas dalam melakukan sesuatu pasti hidup kita akan tenang, sebagaimana dalam surat At Taubah ayat 91:

“Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang yang lemah, orang yang sakit dan orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul- Nya. Tidak ada alasan apa pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”

  • Sabar dan shalat

Di dalam surat Al Baqarah ayat 153 Allah SWT menyatakan:

“Wahai orang-orang yang beriman! mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

  • Bersyukur dan berserah diri (Tawakkal)

Salah satu kunci dalam menghadapi stress adalah dengan cara bersyukur dan berserah diri kepada Allah SWT. Allah SWT sudah mengajarkan di dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 156 :

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali)”

  • Doa dan dzikir

Doa dan dzikir menjadi sumber kekuatan bagi kita dalam berusaha. Adanya harapan yang tinggi disandarkan kepada Allah SWT, demikianpun apabila ada kekhawatiran terhadap suatu ancaman, maka sandaran kepada Allah SWT senantiasa melalui doa dan dzikir. Di dalam surat Ar Ra’d ayat 28 mengatakan :

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Kesimpulannya adalah ketika kita stress coba untuk bersandar kepada Allah SWT karena Allah SWT telah memberikan obat di kehidupan kita, apabila kalian mengamalkan ibadah-ibadah secara benar maka akan mendapatkan manfaat dalam pengelolaan stress.

Referensi

https://library.uir.ac.id/skripsi/pdf/148110056/bab2.pdf
https://www.halodoc.com/kesehatan/stres

http://eprints.ums.ac.id/37501/6/BAB%20II.pdf

https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stress/beberapa-kondisi-yang-dapat-terjadi-jika-mengalami-stres-berkepanjangan
https://www.alodokter.com/stres
https://www.kompasiana.com/mochamad34430/5fea0c608ede48020d7825b2/mengelola-stres-dalam-perspektif-islam-dan-psikologi?page=3&page_images=1

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *