Categories:

Oleh :

Muhammad raihan dendry, Nasywa hanifa, Dwi putri febriana
Fakultas psikologi Universitas muhammadiyah prof.Dr.Hamka
Psikologi memandang kecemasan sendiri beranekaragam, banyak teori dan teknik
diteliti serta dikembangkan untuk mengatasi permasalahan kecemasan ini. Kecemasan sendiri
seringkali bukan hal yang berat, tergantung pada kondisi yang dialami tiap individu, namun
bukan hal yang ringan pula. Seseorang yang sedang mengalami kecemasan bisa mengalami
kehilangan konsentrasi dan kurang optimal dalam mengerjakan sesuatu. Kecemasan
merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh setiap orang dan dapat muncul tiba
tiba. Kecemasan sebenarnya merupakan suatu hal yang wajar untuk merespon suatu yang
dianggap sebagai ancaman atau suatu yang membahayakan. Namun, kecemasan yang
berlebihan dapat berdampak buruk bagi aktifitas sehari hari maupun terhadap Kesehatan.
Kecemasan adalah reaksi yang tepat terhadap suatu hal yang dianggap mengancam, namun
cemas menjadi tidak wajar apabila reaksi dan kemunculannya tidak tepat, baik intensitas
maupun tingkatan gejalanya (Nevid et al., 2005). Kecemasan sendiri menurut kajian psikologi
islam, merujuk di dalam Al-Qur’an dijelaskan sebagai emosi takut.
(Mujib, 2017) menjelaskan anxiety (kecemasan) terhadap sesuatu yang tidak jelas,
merupakan simptom dari kepribadian “was-was”. Was was sendiri menurut Al-Quran
merupakan bisikan syaitan yang dapat mengakibatkan kita menjadi susah untuk beraktifitas
maupun beribadah dijelaskan di surat An-Nas ayat 4 yang artinya “Dari kejahatan (bisikan)
syaitan yang biasa bersembunyi” menurut Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz
Ta’dzhim al-Qur’an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor
fakultas al-Qur’an Universitas Islam Madinah ayat tersebut berarti “4. Memohon perlindungan
kepada Allah ini adalah dari gangguan setan yang dibisikkan ketika seseorang dalam keadaan
lalai, dan fikiran buruk yang terlintas dalam jiwa seseorang. Waswas meliputi segala bisikan
dari manusia yang suka membuat makar yang menghendaki keburukan bagi orang lain, dan
menggunakannya untuk menggoda mereka. Dan setan yang hendak dijauhi ini akan lenyap dan
menghilang ketika seseorang berzikir kepada Allah”
Al-Qur’an merupakan petunjuk yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan
menuju jalan yang terang. Terapi membaca Al-Qur’an untuk para remaja bertujuan untuk

menghidupkan hati, membukakan pikiran manusia yang sedang bermasalah, dengan cara
mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena dengan membaca Al-Qur’an, hati menjadi tenang
dan Al-Qur’an adalah obat hati. Oleh sebab itu Al-Quran sangat dibutuhkan untuk
menyembuhkan atau menghindari kita dari rasa cemas maupun was was dimana disebutkan
dalam Al-Quran firman Allah dalam surat Ar-Rad ayat 28 (Departemen Agama RI, Al-Qur’an
dan Terjemahan):

Artinya:”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan

mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (Ar-
Rad :28).

Menurut Qadri (2003), Al-Qur’an sebagai petunjuk dan jalan keluar bagi segala macam
persoalan. Segala sumber penyakit, bisa diobati dengan Al-Qur’an. Diriwayatkan Ibnu Majjah
dari Ali Ra, “Sebaik-baik obat ialah Al-Qur’an”. Menurut Najati (2004), Al-Qur’an merupakan
pedoman yang mampu mengobati segala macam penyakit termasuk gangguan kecemasan,
sehingga hati akan menjadi tenang, pikiran terkendali, dan jiwa terasa lapang. Jika penyebab
dari kecemasan adalah adanya ketakutan dan kekhawatiran dalam diri maka ia perlu mengingat
bahwa segala sesuatu berada pada kekuasaan Allah seperti yang tercantum dalam QS. Al
Ankabut:60
Menurut Zurrahmah (2019), Setiap manusia pasti akan mengalami kecemasan dalam
hidupnya. Apabila kecemasan ini cukup lama hinggap pada diri manusia, akan menyebabkan
suatu gangguan penyakit. Alasan mendasar mengapa manusia cemas ialah karena manusia
memiliki hati dan perasaan. Dan manusia terdiri dari dua komponen jasmaniah dan rohaniah.
Oleh karena itu manusia membutuhkan agama karena agama sebagai pedoman bagi
perkembangan dan pertumbuhan yang harmonis lagi sehat kepada rohaniah dan jasmaniah
manusia. Ada enam faktor utama yang mendorong manusia untuk beragama:

  1. mendapatkan keamanan,
  2. mencari perlindungan dalam hidup,
  3. menemukan penjelasan atas dunia dan hidup serta segala yang termaktub didalamnya,
  4. memperoleh pembenaran atas praktik-praktik hidup yang ada,
  5. meneguhkan tata nilai yang sudah mengakar dalam masyarakat,
  6. memuaskan kerinduan hidup.
    Al-Quran diturunkan sebagai pedoman agar manusia dapat menentukan mana yang
    baik dan mana yang buruk serta yang hak dan yang batil. Sejak awal kedatangan Islam
    sebagai risalah yang dibawa Rasulullah, Al-Quran turun sebagai petunjuk bagi manusia
    sekaligus sebagai risalah akhir yang menitik beratkan kepada manusia agar berpedoman
    kepada-Nya jika ingin hidup selamat dunia dan akhirat dan berlaku untuk sepanjang zaman.
    Al-Quran sangat dibutuhkan bagi setiap muslim dalam ragam aktifitas dan kondisi
    hidupnya. Tanpa Quran, keadaan manusia tidak mungkin bertahan, karena ia merupakan
    oksigen jiwa dan obat hati. Sebagaimana dalam Al-Quran Surah Al-Isra’ ayat 82 Allah
    menyebutkan:

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang- orang yang
zalim selain kerugian.” (Q.S. Al-Isra’: 82)

Daftar Pustaka

Suparyanto dan Rosad (2015, 2020), Terapi membaca al-quran untuk
mengurangi kecemasan dalam menentukan karir santri kelas xii sma al-ashriyah banu
sanusi sesela. theses.uinmataram.ac.id

Nugraha (2020), Memahami kecemasan : perspektif psikologi islam.

ejurnal.iainsalatiga.ac.id

Pelajaran menarik tentang surat an-nas ayat 4. Tafsirweb.com
Purwaningrum & Al (2022), Gambaran pengaruh al-quran dengan

terjemahnya terhadap kecemasan. Jurnalfuda.iainkediri.ac.id

Zurrahmah (2019), Peran al-quran dalam menanggulangi kecemasan
mahasiswa fakultas ushuluddin dan filsafat uin raniry. Repository.ar-raniry.ac.id

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *