Oleh : Rini Suharni, Mahasiswi Psikologi, Program studi Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka
Rasa kurang percaya diri atau yang kita sebut sekarang dengan istilah insecure adalah perasaan diri tidak mampu dan menganggap orang lain lebih baik dari dirinya.
Ada beberapa contoh kecenderungan yang sering di alami oleh orang yang mengalami kurangnya rasa percaya diri, seperti :
- Cenderung bersifat egosentris
- Sering Memposisikan diri sebagai korban
- Merasa tidak puas terhadap dirinya
- Mengasihani diri sendiri
- Mudah menyerah
- Menganggap bahwa diri sendiri tidak memiliki kemampuan apapun
Alfred Adler seorang psikolog terkenal menyatakan “Inferioritas berarti merasa lemah dan tidak terampil dalam menghadapi tugas – tugas yang harus diselesaikan.”
Di zaman sekarang, di mana teknologi yang sudah semakin maju, apalagi di tengah ramainya penggunaan sosial media ( sosmed ) , di mana banyak sekali orang yang memposting seputar kehidupan pribadi mereka di sosial media, yang pasti baik secara sadar maupun tidak sadar kita langsung membandingkan diri kita dengan orang tersebut yang membuat rasa percaya diri kita berkurang drastis jika apa yang kita lihat lebih baik dan jauh lebih unggul di atas kita.
Hal wajar yang jika terus menerus kita rasakan akan membawa dampak buruk bagi diri kita baik secara mental maupun fisik.
Perilaku membandingkan diri tersebut merupakan perbuatan yang sangat kurang tepat dan tidak benar ,karna dalam Al – Quran surat At – tin ayat 4, Allah swt menjelaskan :
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ
“Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya.”
Dalam surat tersebut Allah swt menekankan bahwa dia telat menciptakan manusia dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing .
Islam merupakan agama yang sangat memuliakan umatnya dan sangat memperhatikan umatnya bahkan dengan hal terkecil sekalipun, oleh karena itu setiap langkah kehidupan manusia sudah di atur sedemikian rupanya oleh Allah swt, mengetahui hal tersebut saja bukankan sudah membuat kita sadar dan bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan?
Seseorang yang merasa kurang atau bahkan menghina dirinya sendiri, bukankan dia sama saja dengan menghina sang pencipta? , menyinggung penciptaan yang sangat sempurna?. Bukankah sudah sepantasnya kita sebagai makhluk ciptaan Allah swt, merasa bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan, menjadi hamba yang bertakwa dengan mensyukuri apapun yang sudah Allah ciptakan kepada kita sebagai hambanya.
Dalam Al – Quran sendiri Allah swt, memberikan solusi terkait bagaimana caranya menghilangkan sifat insecure atau rasa kurang percaya diri ini , seperti :
- Tawakal kepada Allah
- Kenali diri sendiri, karna pada dasarnya dalam islam setiap individu itu dihargai dan memiliki nilai yang unik di hadapan Allah swt
- Berusaha dan tidak mudah putus asa
- Husnudzon dan perbanyak dzikir dengan mengingat Allah swt
Cara cara di atas sejalan dengan solusi dalam persfektif psikologi yaitu, berfokus pada kualitas diri, memperbanyak kegiatan-kegiatan positif serta memiliki tujuan hidup yang bisa menjadi fokus kita , ada pun teori psikologi lain yang bisa kita jadikan acuan contohnya adalah self-esteem, di mana self-esteem ( harga diri ) adalah aspek terpenting dalam diri manusia seperti dalam teori Abraham Maslow dengan teori motivasinya, puncak dari bagan yang dia buat memuat harga diri di mana sudah dapat dipastikan bahwa hal tersebut merupakan puncak dari kepercayaan diri manusia.
Mensyukuri apa yang sudah Allah swt berikan dan tetapkan kepada kita adalah salah satu sikap di mana kita menerima takdir yang sudah ditetapkan terhadap diri kita, mensyukuri dan mencintai diri kita apa adanya adalah bagian penerimaan diri yang sangat sempurna, mensyukuri bahwa Allah swt sudah menciptakan aku, kamu dan kita dengan rupa yang amat sangat baik dan indah, meskipun tetap pada dasarnya manusia itu tidak ada yang sempurna.
Demikian pembahasan mengenai mengatasi rasa kurang percaya diri dengan merangkul takdir Allah, semoga ke depannya kita bisa menjadi hamba yang hidup dengan penuh rasa syukur dan penuh akan rasa percaya diri agar apa yang kita lakukan ke depannya selalu membawa dampak baik bagi diri kita.
Cintai dirimu dengan begitu orang lain pun akan mencintai dirimu juga, syukuri apa yang sudah Allah swt berikan, dengan begitu jalan hidupmu Insya Allah akan penuh dengan ketenangan.
Referensi
Maulani, I., & Barida, M. (2023, September). Literatur review (urgensi perilaku insecure berkaitan dengan media sosial sebagai permasalah remaja masa kini). In Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (Vol. 3).
Vivin, M. (2020). Penyebab Perilaku Kurang Percaya Diri Saat Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 4 Tanggul (Doctoral dissertation, Universitas Muhamadiyah Jember).

No responses yet