Categories:

Oleh: Irfan Maulana Gandi dan Muhammad Rifqi Prayogi Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

Di Jepang dan Jerman, serta beberapa negara lain istilah childfree sudah sangat familiar, serta banyak masyarakatnya yang memilih untuk melakukan childfree. Namun di Indonesia sendiri istilah childfee masihlah terdengar baru, memang apasih childfee itu? Childfree adalah keputusan yang dibuat oleh pasangan yang telah menikah untuk tidak memiliki anak.

            Tentunya childfree memiliki banyak perdebatan, karena di Indonesia sendiri masih menganut budaya pronatalis, yakni sebuah nilai yang mendorong kelahiran anak dengan rezeki. Childfree sendiri dapat dilihat dari pandangan psikologi dan islam, untuk membandingkan kedua pandangan tersebut, marilah kita cermati pandangan keduanya,

 Pandangan Psikologi terkait Childfree

            Psikologi memandang childfree sebagai pilihan hidup, artinya sepasang suami istri boleh saja jika ingin menerapkan childfree di dalam kehidupan mereka, keputusan itu dibuat atas dasar pertimbangan bersama dan mempertimbangkan beberapa aspek.

Memilih childfree bukanlah sebagai bentuk pelarian atau pengabaian, karena bisa jadi mereka khawatir tidak dapat menjadi orang tua yang baik bagi anak anaknya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan childfree dalam psikologi adalah:

1. Adanya trauma

            Memiliki kenangan akan masa kecil yang buruk dapat menjadi penyebab seseorang di masa depan enggan untuk memiliki anak, khawatir anaknya nanti akan merasakan hal yang sama seperti dirinya di masa lalu, maka ia memilih untuk tidak memiliki anak.

2. Kondisi finansial

            Pasangan yang merasa bahwa memiliki kondisi finansial yang kekurangan memilih childfree sebagai jalan keluar, ditambah biaya sekolah dan biaya hidup anak yang semakin lama semakin mahal.

3. Karir

            Beberapa orang menganggap bahwa jika memiliki anak ia tidak sanggup akan tanggung jawabnya yang besar, dengan ia yang memiliki tujuan karir tentunya akan semakin sulit, karena menjadi orang tua itu adalah sebuah karir 24 jam.

4. Lingkungan

            Populasi manusia yang semakin banyak di bumi, membuat kewalahan dengan kerusakan kerusakan yang disebabkannya, tak jarang pasangan memilih childfree untuk menjaga populasi di bumi agar tidak membludak.

5. Alasan personal lain

            Setiap pasangan yang memutuskan untuk childfree tentunya memilki alasan personal masing masing.

Dampak chilfree dalam psikologi

            Meskipun psikologi menganggap bahwa childfree sebagai pilihan hidup yang sah, namun tidak menepis bahwa ada beberapa dampak juga. Karena ada konsekuensi dari setiap keputusan, termasuk pilihan childfree. Berbagai pertimbangan perlu dipikirkan dengan melihat dari beberapa aspek sosial, kultural, agama, dan hukum. Misalnya saja setiap pasangan tentu harus memikirkan siapa ahli warisnya, karena untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Mety Tri Nurnuzulawati SPsi MSi Psikolog menyebut seseorang yang memilih childfree ketika memasuki usia 40 hingga 65 tahun dapat berada dalam kondisi stagnasi yaitu kegagalan untuk menemukan cara dalam berkontribusi di masyarakat. Akibatnya, mereka merasa terputus dengan menarik diri dari komunitas maupun masyarakat secara keseluruhan.

Pandangan islam terkait childfree

            Mengkaji dari beberapa dalil Al-Quran maupun As-Sunnah bahwa Islam tidak setuju dengan childfree, kecuali ada alasan alasan yang memberatkan dan membahayakan, misalnya seperti adanya penyakit dan kondisi bawaan seperti ketidaksuburan.

            Allah berfirman dalam Al-Quran surat Maryam ayat 7, yang artinya: “Hai Zakaria, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya.”

Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwasannya anak adalah anugrah dan hal yang mengembirakan yang telah Allah berikan kepada pasangan suami istri. Jadi keputusan untuk tidak memiliki anak atau childfree sudah jelas tidak diperbolehkan.

Faktor faktor yang mempengaruhi pandangan islam terhadap childfree

  1. Fitrah manusia di dunia

Fitrah manusia pada dasarnya memiliki keturunan, yang mana jika manusia mengingkarinya sama dengan mengingkari nikmat Allah dan melakukan perbuatan yang batil. Dalam pernikahan juga tujuan utamanya adalah untuk menjaga keberlangsungan jenis manusia.

  • Keturunan

Dalam islam ada 3 amalan yang tidak terputus meskipun telah wafat, salah satunya yaitu doa anak yang sholeh. Sehingga tidak mungkin orang yang menginginkan anak sholeh memilih untuk childfree. Selain itu memiliki keturunan dapat menjadi penyelamat di akhirat ketika orang tua sudah meninggal.

  • Rezeki

Banyak orang beralasan memilih childfree karena kekurangan finansial, padahal justru hal tersebut justru menjadikan kita seolah tidak mempercayai kasih sayang Allah yang maha pemberi rezeki.

Meskipun dalam islam chldfree tidak diperbolehkan tetapi ada beberapa alasan yang dapat menjadi pertimbangan yaitu alasan kesehatan, seperti:

  1. Jika seorang wanita mempunyai kondisi medis yang membahayakan kehidupannya jika dia mengandung dan melahirkan. Selain itu penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS yang memiliki risiko anak ikut terkena penyakit tersebut.
  2. Ketidaksuburan yang dimiliki seseorang, sehingga menyebabkan tidak dapat memiliki keturunan.

Dari pembahasan yang tercantum di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam psikologi childfree merupakan sebuah pilihan, karena ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memilih untuk childfree, namun dalam psikologi tidak menepis kemungkinan bahwa childfree memiliki dampak dalam kehidupan

Dalam islam, islam tidak memperbolehkan childfree karena tidak sesuai dengan ajaran islam, namun ada faktor yang menjadi pertimbangan seseorang dibolehkan melakukan childfree yaitu faktor kesehatan.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *