Oleh: Khairunnisa Ardiyanti labibah dan Putri Ananda (Fakultas Psikologi, program studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)
Manusia ideal berdasarkan konsep al Qur’an adalah mereka yang sepanjang hidupnya
selalu merasakan kehadiran Tuhan. Mereka yang senantiasa berdzikir, menjalankan shalat,
berpuasa, berzakat, dan berhaji. Berdasarkan konsep ulu al-albab, kegiatan ritual keilmuan,
yaitu merenungkan dan atau memikirkan penciptaan langit dan bumi. Mengkaji ilmu alam,
ilmu sosial, dan humaniora adalah merupakan bentuk daripada kegiatan memikirkan
penciptaan langit dan bumi itu sendiri. Selanjutnya, masih mengikuti petunjuk al Qur’an pula,
maka kegiatan keilmuan harus membuahkan aktivitas yang bermanfaat bagi semua aspek.
Perkembangan di era global mengharuskan generasi untuk dapat berpikir kritis, aktif, dan
berinovasi. generasi menurut bahasa ialah orang yang semasa hidupnya; seangkatan; turunan.
Islami ialah bersifat islami. Mendidik generasi menjadi generasi islami merupakan tanggung
jawab semua orang. Karena semua manusia memiliki tanggung jawab untuk berdakwah dan
menegakkan dan menegakan amar ma’ruf nahi munkar. Hanya saja tanggung jawab ini harus
sesuai dengan tingkatan ilmu dan ketaqwaan seseorang. Untuk bisa mewujudkan generasi
islami seutuhnya, perlu dimulai dari lingkungan sosial untuk menciptakan kepribadian
muslim yang unggul.
Kepribadian muslim unggul ialah Kepribadian yang mempunyai kesadaran
diri dan posisi citra diri sendiri dalam rentang yang dimulai dari pembiasaan,
peneladanan, pemahaman, penghayatan, dan penerapan serta pengamalan ibadah. Satu hal
yang membedakan kerkait kepribadian didalam agama Islam dengan kajian di Barat yakni
berkaitan dengan posisi substansi Ruhani. al Ghazali menyebut dengan istilah al – Ruh
al – Jismiyyah, yaitu Ruh yang menjadikan manusia bergerak serta memberikan
manusia rasa. Ruh inilah mampu memberikan cahaya sebagai penerang manusia
untuk mempunyai daya untuk membedakan baik maupun buruk dari perilaku.
Ada tiga faktor yang dapat membangun generasi islami dengan kepribadian unggul, yaitu
lingkungan keluarga, lingkungan sekolah atau Pendidikan, dan lingkungan Masyarakat.
Dimulai dari lingkungan keluarga yang termasuk juga sebagai Pendidikan informal atau
lingkup yang paling utama dalam membangun karakter sebuah generasi. Karena dalam
lingkungan pendidikan islam tanggung jawab orangtua terhadap anak-anaknya tidak
hanya bersifat duniawi saja, melainkan juga bersifat ukhrawi. Di dalam
mengimplementasikan pendidikan karakter pada anak terutama bagi generasi islam
milenial di lingkungan keluarga ini, orang tua bisa dengan menggunakan berbagai
metode yakni :
a.Metode Keteladanan
Metode ini sangat penting karena orang tua termasuk keteladanan atau panutan untuk
anak-anaknya. Jika kedua orangtua mampu memberikan contoh yang baik, maka anak-
anaknya juga akan menirunya, dan sebaliknya.
b.Metode Pembiasaan
Metode ini juga sangat penting untuk menanamkan dan membentuk karakter anak, jadi
dengan metode pembiasaan ini, yang mana dalam lingkungan keluarga metode ini
diterapakan sejak anak usia dini, maka jika diterapkan secara terus menerus anak-
anaknya pun akan terbiasa untuk menerapkannilai-nilai pendidikan karakter pada
kehidupan sehari-harinya.
Yang kedua adalah factor dari lingkungan pendidikan seperti pendidikan islam.
Pendidikan Islam mempunyai tujuan yang luas dan dalam, seluas dan sedalam kebutuhan
hidup manusia sebagai makhluk individu dan sebagai makhluk social yang menghamba
kepada khaliknya dengan dijiwai nilai-nilai dalam ajaran agama (Syafe’i, 2015). Penting bagi
orang tua dan guru untuk memberikan pendidikan Islam secara konsisten agar generasi muda
dapat menjadi generasi yang kuat, bermoral baik, seperti selalu menanamkan nilai kejujuran,
memiliki rasa empati, dan sikap baik terhadap sesama, serta mampu menghadapi tantangan
masa depan dengan lebih baik dan bijaksana. Tidak hanya mengantarkan teori saja tanpa ada
pengaplikasian yang dinampakkan. Artinya, seorang pendidik menjadi pilar utama atau
sebagai tauladan bagi peserta didiknya (Khadijah, 2020). Metode yang bisa dilakukan oleh
sekolah dalam memaksimalkan pendidikan agama Islam bagi peserta didik diantaranya
adalah membentuk organisasi yang memiliki tujuan khusus untuk menanamkan nilai-nilai
agama Islam. Jadi, organisasi diatur sedemikan rupa dan diisi dengan kegiatan-kegiatan
positif. Misalnya, melakukan kajian rutin dan pengajian rutin setiap hari Jumat, melakukan
bakti sosial, dan melakukan kunjungan-kunjungan ilmiah.
Yang ketiga melalu lingkungan Masyarakat, lingkungan Masyarakat dapat melakukan
pembinaan dan menyempurnakan ilmu yang sudah diterima dari lingkungan keluarga dan
pendidikan dengan membangun suasana lingkungan bermasyarakat yang positif. Misalnya
ketua RT mengadakan kegiatan kerja bakti setiap minggunya, mengadakan kajian rutin, dan
membangun perpustakaan bersama, sehingga tercipta generasi yang positif dan
berkepribadian unggul.
Mendidik generasi Islami yang berkepribadian unggul merupakan tugas mutlak sebuah
lingkungan, seperti yang telah disebutkan dalam sabda Rasulullah :
َجنَّةَ
ْم يَ ْد ُخ ِل َمعَ ُه ْم الْ
ُه ْم َويْن َص ُح إَّال لَ
َّم ال يَ ْج َه ُد لَ
ُم ْسِل ِم ْي َن ثُ
َما ِم ْن أ ِم ْيٍر يَِلي أ ْم َر الْ
“Tidak seorang pemimpinpun yang mengurusi urusan kaum muslimin, kemudian ia tidak
bersunggu-sungguh untuk (kemaslahatan) kaum muslimin dan tidak memberi nasehat,
kecuali ia tidak akan masuk sorga bersama mereka”. (HR: Imam Muslim no 142).
Dengan berpedoman pada ajaran Rasulullah SAW diharapkan seluruh aspek baik dalam
lingkungan pendidikan dan Masyarakat dapat bijaksana dalam membina generasi sehingga
melahirkan generasi islam yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, dan
berkepribadian baik.
DAFTAR PUSTAKA
- Sartika, Hasrianti, Lediana Rosa, Miftakhurahmi (2022) PERAN KELUARGA,
SEKOLAH DAN MASYARAKAT DALAM MENCETAK GENERASI ILAHIAH
DI KOTA MAKASSAR https://journal.uii.ac.id/Tarbawi/article/view/23278. - Mardiah Astuti , Herlina , Ibrahim, Juliansyah , Reni Febriani, Nining Oktarina (2023)
Pentingnya Pendidikan Islam Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda
https://journal.staidenpasar.ac.id/index.php/ft/article/download/302/278. - AJENG RIANISAMBI PANGESTU (2021) STRATEGI KOMUNIKASI KARANG
TARUNA DALAM MEMBENTUK GENERASI ISLAMI DI KECAMATAN
KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG
http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/16976.

No responses yet