Oleh: Fatimah Awliya Salsabila (Universitas Muhammadiyah Prof Dr.Hamka )
Keluarga merupakan sebuah bagian terkecil dari suatu kelompok tatanan kehidupan dimasyarakat yang terdiri dari ayah ibu dan anak. Keluarga juga merupakan sebuah tempat pertama kali bagi anak untuk mendapatkan kasih sayang, perhatian dan merupakan pendidikan pertama bagi anak. Dimana ayah dan Ibu akan menjadi model yang akan dicontoh oleh anak. Berkeluarga berarti membina sebuah keluarga baru antara dua keluarga melalui sebuah pernikahan dan menyatukan dua watak yang berbeda untuk menjalin hubungan erat dan harmonis antara keduannya.
Keluarga merupakan sebuah tempat dimana anak anak mengenal lingkungan untuk anak tersebut menemukan sifat, kemampuan dan membedakan sesuatu. Keluarga juga merupakan pondasi untuk perkembangan karakter, kepribadian dan sikap anak. Keluarga juga berfungsi untuk sebagai tempat untuk menghujutkan sebuah kehidupan yang harmonis, tentram, aman , damai dan sejahterah dalam suasana cinta dan kasih sayang.
Memiliki sebuah kelurga yang harmonis merupakan dambaan bagi setiap orang, keluarga yang harmonis yaitu kelurga yang seluruh anggotanya saling mendapatkan cinta, kasih sayang, perhatian dan menunaikan hak dan kewajibannya dengan baik. Keluarga harmonis juga bisa disebut dengan kelurga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Allah SWT telah memerintahkan kepada umatnya untuk sebisa mungki menciptakan kelurga yang didlamnnya dapat merasakan rasa kasih sayang, kebahagiaan, tentram dam penuh kesejahteraan. Karna keluarga yang kita buat dapat mempengaruhi kesehatan mental anak. Semakin harmonis keadaan kelurganya, maka semakin pula sehat mental anggota dalam kelurganya termasuk anak.
Dalam hal ini, tentu saja orang tua sangat memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kelurga yang harmonis yang sehat bagi mental anak, karna semua perilaku dan sikap yang diberikan oleh orang tua dari dalam kandungan hingga dewasa anak menentukan tumbuh kembang dan perkembanagn potensi yang di miliki anaknya kelak. Jika orangtua memperlakukan anaknya dengan baik maka mental anaknya juga akan baik dan sebaliknya jika orang tua tidak memperlakukan anaknya dengan baik maka mental anaknya juga kurang baik.
Keluarga yang tidak harmonis akan menciptakan suasana yang penuh konflik, tidak ada komunikasi, selalu terjdi pertengkaran dan tidak jarang juga kekrasan dalam keluarga. Kelurga yang tidak harmonis juga memiliki dampak yang sangat serius bukan hanya orang tua tetapi juga anak, konflik yang terjdi dalam kelurga dapat membunuh kondisi mental seorang anak. Seseorang anak yang mentalnya yang terganggu akan menimbulkan emosi yang sangat sensitive dan anak juga akan cenderung lebih suka berada dilingkungan luar dibandingkan dirumah.
Oleh karna itu kita harus menjadikan keluarga yang harmonis agar terciptanya mental yang baik untuk anak. Sebuah keharmonisan dalam kelurga tidak boleh di sepelekan karna setiap anggota keluarga mempunyai kewajiban untuk menciptakan keharmonisan itu baik orang tua atau anak, karna keluarga sebagai terciptanya sikap anak dan orang tua harus pandai dalam mendidik, membimbing dan menciptakan keluarga yang harmonis dan positif dalam kelurga untuk menjaga keseimbangan mental anak.
Refrensi
Anisa, Z. (2022). Pengaruh Keharmonisan Keluarga pada Keseimbangan Mental Anak. Kompasiana.
Ni’mah, N. (2018). Pengaruh Keharmonisan dalam Keluarga Terhadap Kesehatan Mental Anak di Desa Braja Sakti Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur. 105. http://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/1425
Nur Fitriah, Haya Pratami Nareshwari, dan R. A. W. (2022). Pengaruh Keluarga Harmonis terhadap Kesehatan Mental Anak. DEpokpos.

No responses yet