Oleh: Hudzaifah Al Fatih mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya.
Inflasi dapat diukur dengan menggunakan berbagai indikator, salah satunya adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga.
Inflasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
Peningkatan permintaan. Jika permintaan terhadap barang dan jasa meningkat, sedangkan pasokan tidak meningkat, maka harga akan naik.
Peningkatan biaya produksi. Jika biaya produksi meningkat, maka produsen akan menaikkan harga produknya untuk menutupi biaya tersebut.
Penurunan nilai mata uang. Jika nilai mata uang suatu negara menurun, maka barang dan jasa impor menjadi lebih mahal, sehingga harga barang dan jasa domestik juga ikut naik.
Inflasi dapat berdampak positif dan negatif bagi perekonomian. Dampak positif inflasi antara lain:
Meningkatkan pendapatan riil. Jika inflasi terjadi dengan tingkat yang rendah, maka pendapatan riil pekerja akan meningkat, karena kenaikan upah akan mengimbangi kenaikan harga.
Meningkatkan investasi. Jika inflasi diperkirakan akan terjadi dengan tingkat yang rendah, maka investor akan lebih cenderung untuk berinvestasi, karena mereka tidak khawatir dengan nilai uang yang mereka investasikan.
Dampak negatif inflasi antara lain:
Menurunkan daya beli masyarakat. Jika inflasi terjadi dengan tingkat yang tinggi, maka masyarakat akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Meningkatkan ketidakpastian. Inflasi yang tinggi dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar, sehingga dapat menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Penyebab inflasi
- Peningkatan permintaan
- Peningkatan produksi
- Penurunan nilai mata uang

No responses yet