- Tadarrus Surat Annisa’ 57-58
(3 lingkaran : iman, amal shaleh dan amanah)
بسم الله الرحمن الرحيم
والذين آمنوا وعملوا الصالحات سندخلهم جنات تجرى من تحتها الأنهار خالدين فيها أبدا لهم فيها ازواج مطهرة وندخلهم ظلا ظليلا (٥٧)
إن الله يأمركم ان تؤدوا الامانات الى اهلها واذا حكمتم بين الناس أن تحكموا بالعدل إن الله نعما يعظكم به ان الله كان سميعا بصيرا (٥٨)
Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Kami akan memasukkan mereka ke dalam syurga yang mengalir sungai nan jernih di pelatarannya kekal mereka selamanya bagi mereka diperuntukkan patner patner yang suci bersih dalam segala aspeknya dan kami pastikan mereka masukkan dalam lindungan dan naungan Allah swt.
Sesungguhnya Allah swt memerintahkan kalian untuk bertingkah laku dan bertindak dalam menunaikan Amanah (tanggung jawab) kepada siapa yang memang pantas dan berhak menerimanya. Jika kalian mengadili dan bertindak sebagai hakim, hendaklah mengadili dengan seadil-adilnya. Sungguh Allah lah yang paling bijak dalam menetapkan hukum dan sesungguhnya Allah maha mendengar dan lagi maha melihat dengan sejeli-jelinya.
Dua ayat ini menjelaskan enam hal penting sekaligus:
Pertama: Iman sebagai pondasi amaliyah yang paling utama dan terpenting. Iman sebagai dinamisator yang paling berguna untuk mendorong keberhasilan duniawi dan ukhrawi.
Kedua: Amal Saleh.
Buah dari keimanan adalah amal saleh yang ditandai oleh kemantapan iman iman yang terpatri kuat.
Ketiga: Jannah
Syurga yang diberikan hanya bagi siapa saja yang beriman dan beramal saleh.
Keempat: Zhillan zhalilan
Naungan Allah swt adalah hadiah yang utama bagi siapa saja yang beriman dan beramal saleh. Syurga yang dijanjikan bagi mereka yang beriman dan beramal saleh yang dilengkapi dengan ornamen dan fasilitas mewah lux yang membuat siapa saja yang masuk ke dalamnya membuat betah dan tak akan pernah gundah gulana selamanya.
Kelima: Al-Ada’ (اداء الامانات)
Penunaian adalah sikap dan tindakan dalam melanjutkan khittah dan titah amaliyah.
Al-ada’ tatalaksana dalam menjalankan roda kepemimpinan dan roda manajerial terhadap keberlangsungan dan keberlanjutan tatanan kehidupan kemanusiaan yang sejahtera dan harmoni.
Keenam: الأمانات
Amanah sebagai bentuk tanggung jawab personal kepada diri sendiri dan kepada Allah swt.
Amanah sebagai wujud identitas kesalehan personal sekaligus kesalehan sosial terhadap tegaknya hak dan kewajiban seseorang.
Amanah sebagai realisas empirik yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik
Amanah sebagai sikap idealisasi yang harus ditunaikan oleh siapa saja yang menjadi pengadil kehidupan beragama, berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
Amanah adalah bentuk tugas sosial yang berangkat dari pribadi hakim, pimpinan dan penanggung jawab keagamaan dan keummatan yang terhimpun dalam iman dan amal shaleh yang sudah terpenuhi sikap loyalitas, akuntabilitas, sekaligus propesionalitas dalam menegakkan keadilan dan keseimbangan kesejahteraan duniawi dan juga ukhrawi.

No responses yet