Pada 16 September 2016, saya membongkar lemari milik pakde saya, KH. Achmad Zaini Syafawi. Alhamdulillah menemukan kitab […]
Dalam buku Benturan NU dan PKI 1948-1965. Abdul Mun’im DZ banyak mengurai kronologi ketegangan politik-idiologis di era […]
Buku, dewasa ini, adalah seperti tokek: ia termasuk jenis makhluk yang terancam punah. Terutama di Indonesia, di […]
Dalam salah satu dawuhnya, Mbah Maimoen Zubair menegaskan kebanggaan ulama dahulu terhadap kampungnya. Cirinya, menisbatkan nama diri […]
Madrasah Shaulatiyah, Makkah, pada suatu siang, di tahun 1934. Zulkifli, seorang pelajar, menerima kiriman Majalah Berita Nahdlatoel […]
Sebelumnya, melalui sebuah obituari sederhana, saya menulis sosok almarhum KH. Muhammad Zaki Hadziq. Kalau kita ngobrol dengan […]
Memberi makan orang kelaparan termasuk kaffarat (penebusan dosa), juga menjadi sarana yang mendatangkan rahmat, dan mendatangkan ampunan […]
 “Aku berdoa kepada Allah agar menjauhkanku dari orang-orang jahat, dan perlahan-lahan aku kehilangan teman-temanku.” (Muhammad Ali) — […]
Kelompok yang mengklaim diri sebagai Salafi—mereka menolak disebut Wahhabi—ini kelompok kecil, tapi perpecahannya dahsyat. Bahkan saling mengkafirkan. […]
Klasifikasi keulamaan di Betawi itu unik. Level tertinggi disebut Guru. Mereka bukan hanya alim, melainkan kharismatik dan […]