1. Syekh Abdullah Arif al Yamani Perlak
Syekh Abdullah Arif, diperkirakan datang ke Perlak Aceh pada tahun 1165 M atau setahun sebelum wafatnya Syekh Abdul Qadir al Jailani.
Syekh Abdullah Arif yang merupakan Pelopor Penyebar Tarekat Qadiriyah ini, diceritakan menulis (membawa) sebuah kitab bertajuk Bahr Lahut, Lautan KeTuhanan.
Sosok Syekh Abdullah Arif ini, diduga adalah tokoh yang disebut sebagai Ulama asal Yaman (Arab) dalam Naskah Kuno “Selimur Nur Cahye” dari Desa Benua Keling Besemah.
Pada naskah kuno tersebut, dikisahkan Ulama asal Yaman tersebut merupakan leluhur Ratu Junjungan Tuban atau Syekh Ali, seorang penyebar Islam di Sumatera Selatan pada tahun 1300an Masehi.
Sebagai Penyebar Islam di Nusantara, sosok Syekh Abdullah Arif pernah di ulas dalam sebuah majalah ilmiah yang diterbitkan di Mekah al-Mukarramah yakni an-Nida’ al-Islami, pada Zulhijjah 1356 H bersamaan Februari 1938 M.
2. Syekh Burhanuddin al Kamil Kuntu
Menurut Sejarawan Mahmud Yunus (1983), Syekh Burhanuddin Kuntu merupakan pelopor penyebaran Islam di Minangkabau.
Syekh Burhanuddin Kuntu, datang ke Nusantara bersama Syekh Abdullah Arif ke negeri Perlak Aceh. Syekh Abdullah Arif tinggal di Aceh, sedangkan Syekh Burhanuddin Al- Kamil Kuntu menuju Minangkabau.
Berdasarkan hasil penelitian Sejarawan Drs. Irhash A. Samad, M. Hum. Pada saat berdakwah di wilayah Minangkabau, Syekh Burhanuddin Kuntu berhasil mengajak penguasa setempat yakni Basa Ampek Balai untuk memeluk ajaran Islam.
Makam Syekh Burhanuddin Kuntu, dapat dijumpai di daerah Kuntu di tepian Sungai Kampar Kiri (tahun wafat 610 H/1214 M).
3. Syarif Abdurrahman al Yamani al Hasani
Bersamaan dengan kedatangan Syekh Abdullah Arif dan Syekh Burhanuddin Kuntu, negeri Perlak Aceh juga didatangi ulama bernama Syarif Abdurrahman al Hasani.
Syarif Abdurrahman al Hasani adalah anak dari Syarif Yahya. Berdasarkan penyelusuran genealogy oleh ahli nasab, Syarif Yahya merupakan keturunan ke-6 dari Imam al-Mansur al-Qasim al-Iyyani.
Imam al-Mansur al-Qasim al-Iyyani, merupakan penguasa di pedalaman Yaman sekitar tahun 999-1002 Masehi. Ayahanda dari Imam al Qasim al Iyyani bernama Syarif Ali bin Abdullah bin Muhammad bin Imam al Qasim ar Rassi bin Ibrahim bin Ismail bin Ibrahim bin Hasan bin Sayyidina Hasan radiallahu anhu.
Kelak dari zuriat Syarif Abdurrahman al Hasani, setelah beberapa generasi menurunkan Sultan Abdurrahman yang menjadi penguasa wilayah Kuntu Darussalam atau Minangkabau Timur.
Dari Trah Sultan Abdurrahman inilah, kemudian lahir keluarga Kerajaan Pagaruyung yang memunculkan dua ulama besar Nusantara yakni Syekh Yasin al Fadani dan Mbah Ali Maksum Krapyak.
WaLlahu a’lamu bishshawab

No responses yet