Pada basmalah, kita diajarkan dua sifat Allah, yaitu Ar-Rohman dan Ar-Rohim. Mengapa harus dua sifat, padahal sifat Ar-Rohman mempunyai arti Dzat pemberi kasih sayang di dunia dan akhirat.

Kalimat Rohman dalam ilmu bahasa Arab tepatnya shorof mengikuti wazan Fa’lan.

رحمان (رحمن) على وزن فعلان.

Dalam tata bahasa Arab, setiap kata yang berwazan Fa’lan mempunyai makna yang akan hilang sebab hilangnya penyebab yang menjadikan makna itu ada.

Seperti contoh kata berikut:

  1. Jaw’an (جوعان), bermakna lapar. Lapar akan hilang dengan memakan makanan.
  2. Ta’ban (تعبان), bermakna capek. Capek akan hilang dengan beristirahat yang cukup.
  3. Athsyan (عطشان), bermakna haus. Haus akan hilang dengan minum.

Begitu juga kata Na’san (نعسان) yang berarti ngantuk, Sakron (سكران), yang berarti mabuk dan lainnya.

Oleh karena itu, bila hanya disifati dengan Ar-Rohman, orang yang membaca akan takut kalau-kalau rahmat Allah akan berhenti dengan berhentinya sebab turunnya rahmat.

Salah satu sebab turunnya rahmat adalah dengan menyebut-nyebut orang-orang sholeh.

وبذكر الصالحين تتنزل الرحمات.

Allah menghilangkan ketakutan orang mu’min saat membaca basmalah dengan kata Ar-Rohim, yang merupakan isim sifat musyabbahah (اسم صفة مشبهة). Makna yang terkandung dalam kata itu sulit atau tidak bisa berubah.

Isim sifat musyabbahah mempunyai Fi’il Madli yang mengikuti wazan Fa’ula (فعل) yang dibaca dlomah A’innya.

Oleh karena itu para kyai memberi makna gandul pada kata Ar-Rohim dengan: “Dzat kang paring welas ing ndalem akhirot blolo”, atau Dzat yang rahmat-Nya hanya diberikan di akhirat kelak.

Dan di akhirat rahmat Allah tidak akan terputus atau berhenti, akan rahmat Allah akan senantiasa diberikan terus-menerus.

والآخرة خير وأبقى.

Hal ini sama dengan makna yang terkandung pada kata Ar-Rohim.

Oleh karena itu, kita sebagai orang muslim dan mu’min merasa tenang dan aman dari kekhawatiran berhenti atau hilangnya rahmat Allah dari kita.

Marilah kita baca:

بسم الله الرحمن الرحيم

شلم الله الرحمن برحمته الواسعة في هذه الدنيا لجميع خلقه،

اللهم يا من هو الله الرحمن شملنا برحمتك الواسعة، وشمل الله الرحيم برحمته الخاصة لعباده المؤمنين.

Dari penjelasan di atas kita bisa semakin yakin bila orang yang Alim adalah yang benar-benar takut kepada Allah.

إنما يخشى الله من عباده العلماء.

صدق الله العظيم.

Semoga bermanfaat

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *