Mengenai tholabul halal atau mencari rizki halal ini, kita coba mensetting perspektif kita dulu. Bahwa tholabul halal yang dimaksud Imam Ghozali di sini adalah mencari rizki halal sebagai bekal ibadah, bukan biar kaya apalagi jadi social climber cap medsos.
Imam Ghozali meriwayatkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW dawuh :
طلب الحلال فريضة على كل مسلم بعد الفريضة
Tholabul halal adalah kewajiban bagi tiap muslim setelah dia mengetahui dan melaksanakan kewajiban iman dan syariat. Jadi, di sini yang dimaksud tholabul halal adalah tidak lebih dari sekedar mendukung iman dan peribadatan.
Bagi orang awam, tauhidnya tergantung adanya uang. Karena kemiskinan, pikiran orang jadi suka ndleming, suka sambat dan berbuat gak masuk akal. Orang2 kayak gini biasanya dibagi jadi dua partai. Partai kanan, mulai yg ngaku sholeh sendiri, jadi teroris hingga mengaku nabi/wali. Dan partai kiri, mulai yg suka togel, suka ke dukun dan barang klenik.
Kalo orang Islam itu bekerja, berkarya dan menghasilkan rizki yang halal bagi dirinya, tentu akalnya terjaga, waras, gak kepikiran klenik2, gak kepikiran jadi teroris atau ikutan togel. Ibadah pun jadi lancar dan tauhidnya terjaga, minimal bagi dirinya.
Masyhur juga diterangkan bahwa kejayaan Islam ini dikuatkan oleh penguasa, ulama dan orang kaya. Penguasa sebagai pelindung, ulama sebagai pengayom, orang kaya sebagai pendukung kekuatan. Tiga pendukung ini jadi kekuatan utama dalam Islam.
Makanya, kalo kita bukan presiden dan gak alim, maka bekerja saja. Kita niatkan minimal agar kita sendiri bisa berguna bagi agama dan gak berbuat onar bagi orang lain.
Dengan dapat rizki halal, besar kemingkinan ada barokah di dalamnya. Halal di sini meliputi jenis dzatnya dan proses memperolehnya. Barokahnya rizki halal itu adalah
من أكل الحلال أربعين يوما؛ نور الله قلبه، وأجرى ينابيع الحكمة من قلبه على لسان
Sesiapa yang mengkonsumsi barang halal selama 40 hari ; Gusti Allah memberi cahaya dalam qolbunya dan mengalirkan air mata hikmah dari qolbunya menuju lisannya. Lisannya mampu berkata bijak dan mengandung hikmah karena dari proses jungkir balik tholabul halal ini, orang jadi tambah ilmu dan amal.
Ada pula keterangan yang menyebut, dengan rizki halal, Gusti Allah membuat orang jadi zuhud terhadap dunia. Orang jadi punya rasa selalu puas dan merasa kecukupan walau secara nominal sedikit. Terus berkarya secara maksimal namun selalu bersyukur berapapun hasil yg diperoleh, pokoknya halal.
Ada pula keterangan yg menyebut, orang yang makan barang haram, semua peribadatannya tidak diterima. Biarpun barang haram itu nilainya sepersepuluh dari rizki yg diperoleh misalnya, semua sholat dan peribadatan tidak diterima. Jelas ini bahaya sekali.
Makanya, tholabul halal yg dimaksud di sini adalah salah satu sarana ibadah kepada Gusti Allah, bukan bertujuan mencari kekayaan dunia bagi diri. Karena menjaga tauhid dan makan barang halal ini perintah Gusti Allah, maka proses mencarinya juga ibadah.

No responses yet