Sebagai penganut akidah ahlussunah kita meyakini bahwa Allah memiliki sifat wahdaniyyah, yang berarti Allah esa zat dan sifatnya. Zat Allah satu, begitu juga sifat-sifatnya satu, Allah bersifat ‘ilm, qudrah, iradah yang juga satu.

Kita juga meyakini, bahwa zat dan sifat Allah tidak ada yang menyamai diantara makhluknya. Apakah mungkin sebagai makhluk dapat memiliki sifat yang sama dengan sifat yang dimiliki oleh Allah? Tentu jawabannya tidak.

Dengan 2 paragraf diatas, kita dapat membuat satu pertanyaan sederhana. Allah memiliki sifat ‘ilm atau sebut ilmu. Bukankah diantara manusia juga yang ada yang memiliki ilmu?. Atau Allah memiliki sifat qudrah, atau sebut mampu. Bukankah diantara manusia juga mampu melakukan ini dan itu?

Bagaimana menjawab soal ini, dengan sesuai keyakinan kita bahwa Allah harus berbeda dengan makhluk?.

Untuk menjawab soal ini, ada jawaban yang terperinci. Ada juga jawaban yang global. Jawaban global sangatlah jelas.

Sifat-sifat Allah, merupakan sifat dzati, dengan arti sifat ini tidak diperoleh dari sesuatu yang lain. Sifat ilmu Allah sifat dzati, tidak diperoleh dari belajar atau apapun itu. Begitu juga sifat qudrah.

Adapun sifat manusia yang “nama sifatnya” disamakan dengan sifat Allah, seperti ilmu dan qudrah / mampu. Sifat-sifat ini diperoleh dari sesuatu yang lain. Tidak bisa ada dengan sendirinya. Sifat ilmu diperoleh dengan belajar, kemudian dengan sebab belajar Allah yang akan memberikan dia ilmu. Begitu juga kemampuan dia, semua nya diperoleh dari Allah.

Tulisan ini Al-faqir sarikan dari video syekh Ramadhan Al-Buthi. Semoga Allah limpahkan kasih sayangnya kepada beliau.

20 September 2020.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *