Dalam kajian ilmu teologi, atau juga dalam filsafat ketuhanan (kajian tentang kausalitas) akan bertemu dengan apa yang disebut daur dan tasalsul. Daur dan tasalsul ini ditolak oleh ulama Kalam dan filosof. Lalu apa itu?
1. Daur adalah sesuatu menjadi sebab bagi dirinya sekaligus menjadi akibat bagi dirinya, atau sesuatu itu menjadi sebab keberadaan dirinya sendiri sebelum sesuatu itu ada. Contohnya: A adalah sebab dari B, dan B adalah sebab bagi A.
2. Tasalsul adalah bergantungnya wujud kepada wujud yang lain tanpa adanya titik akhir. Contohnya: A bergantung pada B, lalu B pada C, lalu pada D dan seterusnya tanpa berakhir.
3. Argumen yang “berbau” daur dan tasalsul adalah mbulet. Karena itu dianggap oleh para pakar sebagai sesuatu yang mustahil.
4. Saat ini dikenal dengan era post truth yang diidentifikasi bahwa suatu fakta kebenaran akan “kalah” atau terkaburkan oleh kengawuran apabila hal yang ngawur itu dijejalkan dan disemburkan secara terus menerus.
Prinsip “wes pokoke awuren dan sebarkan terus” akan bisa menjadi kebenaran yang diterima sebagian masyarakat yang loyo daya kritisnya. Maka, isu aneh yang terkait korona kalau berada di tangan ngawurers (tukang ngawur) akan bisa menjadi benar kalau terus dijejalkan oleh para pengikutnya.
Pun demikian, masalah yang sekarang lagi ramai (omnibus law) yang pro kontra yang membuat kita mungkin muak bila membacanya. Tentu tangan-tangan ngawurers bergentayangan. Para ngawurers menginginkan agar daya nalar kritis kita copot dan menerima yang dijejalkan ke kita.
Karena namanya ngawur, maka alur statemennya sulit dikonstruksi. Beda dengan daur dan tasalsul yang masih bisa dikonstruksi kesalahannya.
Lalu siapa yang menjadi pengikut ngawurers? Mereka yang gampang menyebarkan isu dan info tanpa punya landasan sedikit pengetahuan dan juga tidak tahu asal usulnya. Tentu kita semua bisa terjerat dalam kelompok the ngawurers ini.
****
Apakah bagian dari ngawur? Dua pohon kelor yang saya tanam. Yang mati malah ada pagar pengamannya dan sebelahnya yang hidup malah tanpa pagar?

No responses yet