Dalam doa kiai sepuh Tambakberas yang sedang tim kumpulkan, ada kisah dari Gus Latif dan Gus Ulum saat sowan ke almarhum Habib Alwi.
Habib Alwi bercerita, pada zaman penjajahan, ayahanda dari Habib Alwi yakni Habib Ahmad bin Abdul Qadir al-Haddad dari Peterongan, Jombang ditahan oleh penjajah di markas militer Mojokerto. Lalu Habib Alwi yang juga seorang laskar Hizbullah dengan komandan KH. Wahib bin Wahab Chasbullah ini menyiapkan penyerbuan untuk membebaskan ayahnya.
Untuk itu, beliau berdua sowan ke Mbah Kiai Wahab untuk melaporkan dan memohon doa restu. Selanjutnya Mbah Kiai Wahab berkata “Jajalen sek dongo iki, tekanono komandan polisi militer Londo lan susulen abahmu apik-apikan. Nek gak gelem, terserah awakmu nek pengen nyerang (Coba dahulu doa ini, datangi komandan militer penjajah dan jemput ayahmu dengan cara baik-baik. Kalau tidak mau cara baik-baik ya silakan diserang).”
Lalu KH. Wahib Wahab bertanya, “Terus dongono nopo Bah? (Lalu doanya apa Abah)”
Mbah Kiai Wahab menjawab, “Ojo pedhot moco……. mulai tekan omah sampek mlebu markas militer (Jangan putus membaca…. sampai tiba di markas penjajah).”
Selanjutnya setelah dua orang karib tersebut melakukan penjemputan dengan mengamalkan ijazah Mbah Kiai Wahab, maka Habib Ahmad bin Abdul Qodir al-Haddad dilepas tanpa perlu penyerbuan dengan senjata.
***
Doa masih proses pengumpulan, jadi tidak saya tulis redaksi atau lafalnya.
Foto Mbah Wahab kiriman Mas Faishol. Untuk seluruh kiai sepuh yang doanya sedang kami kumpulkan lahumul Fatihah.

No responses yet