Adalah sebuah paradoks ketika manusia ingin meraih kebebasan secara tanpa sadar justru terjerumus ke dalam ketidakbebasan.
Barangkali benar juga bahwa cinta, mencintai, keterikatan, dan tanggung jawab telah benar-benar dirasakan oleh seseorang sebagai kenyataan dan pengalaman buruk yang tidak membebaskan, namun lari atau menarik diri dari kenyataan tanpa kesadaran dan menciptakan kebebasan baru tanpa pemikiran dan hati yang benar-benar ikhlas, alih-alih seseorang akan menemukan kenyataan-kenyataan baru yang tidak membebaskan.
Saya kira banyak dari kita yang sepakat, bahwa apa yang dikatakan orang sebagai keputusan atau jalan keluar bagi suatu persoalan sering kali hanyalah pelarian dari kenyataan yang sulit di terima, oleh karena kenyataan tersebut begitu menyakitkan.
Pengalaman semacam ini kerapkali membuat seseorang enggan berbagi, mencintai, dan takut terhadap apa yang kita sebut sebagai keterkaitan dan rasa tanggung jawab.
Satu hal yang harus kita pahami bahwa rasa ketidakbebasan dari keterikatan tidak hanya ditentukan oleh kenyataan-kenyataan objektif akan tetapi kenyataan subjektif diri sendiri.
Pikiran, perasaan, dan ruang psikologis kita adalah penjara yang paling abadi, dan tanpa sadar kita membangunnya terus menerus.
Bagaimana denganmu ?

No responses yet