Oleh: Riandy Eka Saputra
Kata ma’rifat artinya “mengetahui”. Ma’rifat juga berarti pengetahuan objeknya yaitu kebeneran, dalam arti epistemologi atau dalam arti praktis. Ma’rifat al haqq dalam pengertian teoritis berarti pengetahuan tentang realitas sesuatu menurut apa adanya, dalam pengertian praktis berarti memiliki pengetahuan yang benar tentang baik dan buruknya manusia, dan akhirnya ini bukan sekedar pengetahuan biasa, tapi untuk di amalkan keseharian untuk tercapainya kehidupan yang ideal bagi manusia.
Ma’rifat menurut para ulama
Imam al-Qusyairi mengatakan; makrifatullah adalah sifat orang yang mengenal Allah dari bentuk dirinya sendiri, bertanya tentang dirinya sendiri dengan selalu menyegarkan amaliyah dari waktu ke waktu. Ia buktikan tingkah lakunya dalam amal saleh dan kemuliaan akhlaknya. Ia bermujahadah atas semua rintangan dan godaan setan. Ia juga bermuhasabah untuk dirinya sendiri. Membersihkan semua kotoran jiwa dan mengobati semua penyakit hati terus menerus tanpa henti. Seperti disebut dalam riwayat bahwa bermakrifat itu adalah mengenal Allah swt.
Dan menurut Imam al-Ghazali, makrifat kepada Allah itu yang paling lezat dari segala sesuatu dan tidak ada yang lezat diatasnya lagi. Makrifat itu orang harus mengenal empat perkara yaitu mengenal dirinya, mengenal Tuhannya, mengenal dunia serta mengenal akhirat.
Jadi secara terminologi yaitu mengenal allah berarti penjabaran tahap-tahapan tentang pemikiran manusia dengan pemikiran filsafat ketuhanan sederhana sehingga mencapai tahapan paling tinggi di dalam hati yang di tempuh oleh manusia, dari pemikiran sederhana sesuai pemahaman hingga ketelitian sesuai kadar pemikiran dan akalnya dengan itu manusia mengimplementasikannya dalam dirinya untuk menyederhanakan menjadi 4 unsur anasir.
4 anasir tubuh manusia:
Dalam diri kita terdiri dari sesuatu yang terlihat yaitu jasad dan tidak terlihat yaitu ruhani
Jasad
- Api
- Udara
- Air
- Tanah
- Unsur api
QS. Al Baqarah (2):24
“Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya)–dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”
- Unsur udara
QS.Shaad (38):71-72
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.”. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”
- Unsur air
QS.Al Furqaan (25):54.
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.
Yang dimaksud air tersebut adalah air mani .yang mana air mani itu salah satunya mengandung unsur air.
- Unsur tanah
QS.Shaad (38):71-72
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.”. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”

No responses yet